kingsheadwye.com

451 pelaku usaha mikro di Batam kantongi NIB sepanjang 2026

451 pelaku usaha mikro di Batam kantongi NIB sepanjang 2026

Minggu, 19 Juli 2026 16:25 WIB

Image Print

Stan yang menjual aneka kerajinan seperti topi Tanjak Melayu yang digelar di Kantor DJP Kepri di Batam, Kepri (15/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 451 pelaku usaha mikro telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong usaha mikro naik kelas.

Kepala Diskum Kota Batam Salim mengatakan peningkatan legalitas usaha menjadi salah satu fokus pembinaan karena akan mempermudah pelaku usaha mikro mengakses pembiayaan, memperluas pasar, hingga meningkatkan daya saing.

"Untuk tahun 2026, kami fasilitasi pengurusan NIB untuk 451 pelaku usaha. Selain itu, ada 45 sertifikat halal yang sudah terbit dan tujuh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang telah difasilitasi," katanya saat dihubungi di Batam, Ahad.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Batam memiliki sebanyak 102.362 usaha mikro. Dari jumlah tersebut, katanya, sebanyak 2.728 pelaku usaha menjadi binaan Diskum Batam.

“Kalau berdasarkan data yang kami rekapitulasi itu di tiga tahun terakhir, Diskum Batam telah menjaring dan membina 1.661 pelaku usaha baru,” kata Salim.

Mayoritas bergerak di sektor kuliner sebanyak 1.494 usaha, disusul perdagangan 104 usaha, industri kreatif 134 usaha, fesyen 77 usaha, jasa 37 usaha, pertanian dan perikanan 16 usaha, dan lainnya.

Selain legalitas usaha, Diskum Batam juga selama ini terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai pelatihan.

“Hingga pertengahan 2026, sebanyak 636 pelaku usaha telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kewirausahaan,” katanya.

Di sektor pemasaran, Diskum Batam telah memfasilitasi pelaksanaan 208 bazar UMKM sepanjang 2026 sebagai upaya memperluas akses pasar.

Salim mengatakan seluruh program pembinaan tersebut diarahkan agar semakin banyak UMKM Batam mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih baik.

"Target kami bukan hanya bertambahnya pelaku usaha yang memiliki legalitas, tetapi juga semakin banyak yang masuk marketplace, kualitas kemasan produknya meningkat, omzet bertambah, hingga mampu memperluas pasar," ujarnya.

Selain itu, sebanyak 23 pelaku usaha binaan kini telah berhasil menembus pasar ekspor.

“Alhamdulillah usaha mikro Batam sudah ada yang ekspor hingga Malaysia dan Yordania,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam juga menjalankan program pembiayaan usaha tanpa bunga melalui kerja sama dengan Bank BTN dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah.

Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman hingga Rp20 juta dengan tenor maksimal dua tahun, sementara bunga pinjaman ditanggung oleh pemerintah.

"Program ini akan terus dilaksanakan hingga tahun 2030. Pelaku usaha cukup mengembalikan pokok pinjamannya saja karena bunga dibayarkan oleh Pemkot Batam," katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan UMKM di Batam.

“Memang masih ada beberapa tantangan, seperti rendahnya literasi perpajakan untuk para pelaku usaha, pembukuan usaha yang belum tertib, belum optimalnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, seperti itu. Namun, ke depan kami akan mengintegrasikan materi tersebut dalam pelatihan kewirausahaan,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan mulai mengundang petugas atau konsultan pajak untuk hadir sebagai narasumber di pelatihan kewirausahaan, untuk menambah bekal teknis kepada para usaha mikro.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.