Airlangga: Transaksi video "commerce" Indonesia tembus 2,6 miliar - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonmian) Airlangga Hartarto menyebutkan transaksi video commerce di Indonesia melonjak hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi.
Ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Kamis, Airlangga mengatakan jumlah penjual daring di Indonesia saat ini mencapai sekitar 800.000 pedagang. Sementara itu, transaksi video commerce telah mencapai 2,6 miliar transaksi atau tumbuh hampir 90 persen.
"Jadi jualan pakai video tetapi pelanggannya online. Kalau kita lihat,
jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini
transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi," kata Airlangga.
Video commerce merupakan kegiatan menjual produk melalui konten atau siaran video, sementara proses pembeliannya dilakukan secara online. Contohnya, pedagang melakukan live streaming di platform e-commerce.
Praktik tersebut kini banyak dilakukan pedagang di toko fisik dengan memanfaatkan gawai untuk melakukan penjualan secara langsung melalui kanal digital.
Menurut Airlangga, perkembangan video commerce menunjukkan semakin menyatunya aktivitas perdagangan secara daring dan luring.
Meski sektor offline masih mendominasi sekitar dua pertiga perdagangan, Airlangga menyebut transaksi melalui e-commerce telah mencapai sekitar sepertiga.
Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mempercepat transformasi digital.
"Ekonomi digital terus tumbuh menjadi sekitar 100 miliar di tahun 2025 dan Indonesia juga merupakan andalan dari pasar yang namanya video commerce," ujar Airlangga.
Pertumbuhan video commerce juga didukung tingginya jumlah pengguna media sosial di Indonesia yang telah menembus lebih dari 180 juta. Jumlah tersebut terus tumbuh sekitar 26 persen per tahun.
Airlangga menilai perkembangan teknologi digital tersebut menjadi momentum bagi pelaku industri dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal untuk melakukan transformasi ekonomi secara lebih inklusif.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan e-commerce, terutama untuk membangun algoritma yang mampu menawarkan produk berdasarkan personalisasi dan preferensi konsumen.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat ekosistem e-commerce melalui penyusunan regulasi, penyediaan infrastruktur digital, serta fasilitasi kolaborasi antara platform e-commerce, UMKM, asosiasi industri dan konsumen.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Airlangga: Transaksi video "commerce" Indonesia tembus 2,6 miliar
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.