kingsheadwye.com

Akademisi Unram padukan Flipped Learning dan LSLC untuk Pendidik Kota Mataram

Mataram (ANTARA) - Keterbatasan waktu tatap muka di kelas serta dominasi pengajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered) masih menjadi kendala utama dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah. Kondisi ini kerap diperparah oleh budaya kerja guru yang terisolasi (teaching in isolation), di mana perencanaan dan evaluasi pembelajaran disusun secara individual tanpa mekanisme umpan balik antarsejawat. 

Merespons kesenjangan pedagogis dan profesional tersebut, tim dosen dari Kelompok Bidang Ilmu Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram (Unram) merancang intervensi terintegrasi. Dipimpin oleh Agus Saputra, S.S., M.Pd. bersama anggota tim (Drs. I Made Sujana, M.A., Eka Fitriana, S.S., M.A., La Ode Alfin Haris Munandar, M.Pd., dan mahasiswa Reni Astika), Unram menggelar pengabdian bertajuk "Implementasi Lesson Study for Learning Community (LSLC) Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Flipped Learning Model untuk Guru Bahasa Inggris Kota Mataram". 

Ulasan Substantif — LMS Google Sites, Siklus Plan-Do-See, dan Refleksi Berbasis Data
Program yang melibatkan 15 guru inti perwakilan sekolah menengah di Kota Mataram ini menerapkan pendekatan Blended Learning yang menggabungkan pembekalan digital mandiri dengan lokakarya luring interaktif: 

Optimalisasi Platform LMS Digital Google Sites:

Untuk memindahkan transfer materi kebahasaan dasar (tata bahasa dan kosakata) ke luar jam kelas (asynchronous), tim Unram merancang LMS microsite berbasis Google Sites. Inovasi ini memungkinkan waktu tatap muka di dalam kelas difokuskan sepenuhnya pada latihan komunikasi aktif dan partisipasi eksploratif siswa (Student Talking Time). 

Perancangan Kolaboratif (Plan) dan Kelas Terbuka (Do):

Melalui kerangka Lesson Study for Learning Community (LSLC), para guru tidak lagi membuat perangkat RPP secara menyendiri. Guru bekerja kelompok merancang Chapter Design dan Lesson Design yang mampu memprediksi respons serta kebutuhan bantuan (scaffolding) siswa. Tahap ini dilanjutkan dengan Open Class di SMAN 10 Mataram, di mana guru model mempraktikkan skenario pembelajaran sementara rekan sejawat bertindak sebagai pengamat (observer). 

Refleksi Kolegial Non-Evaluatif (See):

Pasca-praktik mengajar, tim memfasilitasi sesi refleksi yang mengubah paradigma supervisi konvensional. Diskusi tidak lagi berfokus pada "menilai cara mengajar guru", melainkan secara objektif menganalisis "bagaimana siswa belajar" berdasarkan data temuan perilaku di kelas, sehingga tercipta iklim mutual learning yang aman dan konstruktif. 

Kontribusi Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Merujuk pada kriteria pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings, program pengabdian FKIP Unram ini memberikan kontribusi nyata pada tiga poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): 

SDG 4 — Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Meningkatkan kapasitas dan kompetensi profesional pendidik melalui integrasi model Flipped Learning dan LSLC. Hal ini mentransformasi ekosistem kelas menjadi lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan tuntutan literasi bahasa abad ke-21. 

SDG 9 — Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure — Target Inovasi Pembelajaran Digital)

Mendorong pemanfaatan teknologi informasi berbasis cloud (Google Sites) sebagai sarana pembelajaran mandiri yang accessible dan hemat biaya, yang memperkecil kesenjangan akses teknologi dalam pendidikan daerah. 

SDG 17 — Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)

Membangun kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi (Universitas Mataram) dengan wadah profesi guru (MGMP Bahasa Inggris Kota Mataram) untuk memproduksi dan menyebarluaskan praktik baik (best practices) pembelajaran secara kolaboratif. 

Capaian Luaran dan Prospek Keberlanjutan
Pengabdian ini dibuktikan dengan terbitnya artikel ilmiah pada Jurnal Darma Diksani, tersedianya repositori LMS digital yang dapat diakses publik, serta komitmen pengurus MGMP untuk melembagakan Open Class sebagai agenda rutin organisasi. Ke depan, tim Unram merancang tahapan lanjutan berupa diseminasi berbasis zonasi dan pelatihan asesmen otentik guna memperkuat kemandirian komunitas belajar guru di Nusa Tenggara Barat. 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026