kingsheadwye.com

Akses Digital Meluas, Literasi Keuangan Jadi Kunci Ketangguhan Finansial |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meluasnya penggunaan layanan keuangan digital belum otomatis membuat masyarakat lebih siap mengambil keputusan finansial. Kemudahan akses perlu diikuti informasi yang mudah dipahami, pengalaman layanan yang sederhana, serta kemampuan mengelola risiko dan merencanakan kebutuhan jangka panjang.

Kebutuhan tersebut mendorong perusahaan jasa keuangan memperkuat layanan digital sekaligus edukasi keuangan. Prudential Indonesia, misalnya, mengembangkan PRUServices sebagai layanan digital berbasis situs yang dapat diakses selama 24 jam melalui berbagai perangkat.

Melalui layanan tersebut, nasabah dapat melihat informasi polis dan kartu medis digital, memperbarui data, melakukan pembayaran premi, hingga mengajukan dan memantau status klaim secara online dan real-time. Pengembangan layanan digital digunakan untuk mengurangi kerumitan proses sekaligus memberikan akses informasi yang lebih jelas kepada nasabah.

Di sisi lain, kemudahan akses terhadap layanan keuangan perlu berjalan bersama peningkatan kemampuan masyarakat memahami risiko dan menentukan prioritas. Banyaknya pilihan produk dan layanan justru dapat menambah kerumitan apabila masyarakat tidak memiliki pemahaman finansial yang memadai.

Prudential Indonesia mencatat program literasi keuangannya sepanjang 2025 menjangkau lebih dari 15 juta masyarakat Indonesia, termasuk sekitar 6.400 pelaku UMKM. Pada 2026, perusahaan bersama Prudence Foundation melanjutkan edukasi melalui Levela, platform edukasi keuangan digital gratis bagi generasi muda berusia 18 hingga 25 tahun.

Platform tersebut ditujukan untuk membantu generasi muda memahami dasar pengelolaan keuangan sebelum menghadapi keputusan finansial yang lebih kompleks. Materinya mencakup penyusunan anggaran, pengelolaan utang, pemahaman perlindungan, hingga perencanaan masa depan.

Chief Digital & Technology Officer Prudential Indonesia Pradeep Grewal mengatakan, inovasi digital tidak hanya berkaitan dengan penambahan teknologi. Menurut dia, teknologi perlu memberikan manfaat nyata bagi nasabah dan masyarakat.

“Bagi kami, inovasi bukan tentang menghadirkan teknologi sebanyak-banyaknya, tetapi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi digital, dan memperluas edukasi keuangan sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat mengakses perlindungan dan membangun masa depan finansial yang lebih baik,” kata Pradeep dalam siaran pers, Jumat (2/10/2026).

Penguatan layanan digital dan edukasi juga berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis perusahaan. Pada semester I 2026, Prudential Indonesia mencatat pendapatan premi Rp12,2 triliun, naik 25 persen dibandingkan Rp9,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, perusahaan membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp8,9 triliun kepada lebih dari 149 ribu nasabah. Nilai tersebut meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan layanan digital menunjukkan bahwa akses keuangan tidak lagi cukup diukur dari seberapa mudah masyarakat menggunakan layanan. Kemampuan memahami informasi, mengelola risiko, dan mengambil keputusan finansial secara mandiri menjadi faktor penting dalam membangun ketangguhan finansial jangka panjang.