kingsheadwye.com

Alissa Wahid: Muktamar NU Harus Berlangsung Baik dan Demokratis

AKURAT.CO Putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid, berharap Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dapat berlangsung secara baik dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Alissa mengatakan sejumlah materi yang akan dibahas dalam Muktamar NU telah dipersiapkan. Agenda tersebut mencakup hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Ploso serta berbagai rencana program organisasi ke depan.

"Harapan saya bagi Muktamar NU besok adalah proses yang berjalan dengan baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Itu harapan utama saya," kata Alissa, Minggu (9/8/2026).

Menurut Alissa, proses pelaksanaan Muktamar harus menjadi perhatian utama. Ia berharap forum tersebut berjalan demokratis dan berbagai persoalan yang terjadi sebelumnya dapat dijadikan bahan pembelajaran.

Baca Juga: Ma'ruf Amin Ungkap Empat Kriteria Ideal Calon Ketum PBNU

"Yang tentu kami harapkan adalah proses di muktamar proses yang baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Persoalan-persoalan yang kemarin muncul harus menjadi pelajaran," katanya.

Sejumlah agenda substantif juga akan menjadi bagian dari pembahasan Muktamar, di antaranya rencana peluncuran Peta Jalan NU 2050 dan pembenahan tata kelola organisasi.

Alissa menilai Muktamar tidak hanya penting dalam menentukan kepemimpinan NU, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat arah organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Ia juga menyinggung pentingnya menempatkan pemikiran Gus Dur secara proporsional dalam perjalanan NU. Menurutnya, menjadikan nama Gus Dur sekadar jargon tidak cukup. Yang lebih penting adalah menerapkan pemikiran dan keteladanan Gus Dur dalam kehidupan nyata.

"Bagi saya sudah tidak relevan lagi menggunakan Gus Dur sebagai jargon. Yang paling penting justru teladan dari Gus Dur itu adalah pemikiran dan laku beliau," katanya.

Menurut Alissa, nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur perlu diwujudkan melalui tindakan konkret. Salah satunya keberanian melawan ketidakadilan dan kezaliman serta memperkuat keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Baca Juga: Di Silatnas MA IPNU, Hery Haryanto Azumi Serukan Muktamar Riang Gembira dan NU yang Tetap Relevan

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus menjadi bagian dari gerakan NU, sehingga organisasi tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga tetap memiliki keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.