Amien Rais: Kalau Gibran Tidak Mau Mundur, Jangan Sampai Ada...
Sabtu, 17 Oktober 2026, 09:30 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto di tengah polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia khawatir persoalan tersebut semakin memanas apabila Gibran tidak bersedia mundur, hingga memicu kemarahan masyarakat sipil dan berujung pada ledakan sosial.
Pernyataan Amien muncul setelah Mahkamah Konstitusi (MK), dalam putusan atas gugatan Denny Indrayana dkk., menyinggung tidak ditemukannya ijazah setara SMA milik Gibran dalam dokumen yang diperiksa. Perkembangan tersebut membuat polemik mengenai latar belakang pendidikan Gibran kembali menjadi sorotan.
Olehnya itu, Amien meminta Prabowo segera mengambil langkah politik dengan mendesak Gibran mundur dari jabatan Wakil Presiden. Ia menilai penolakan untuk mundur berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Ada 5 Aduan terkait Pelanggaran Etik Ijazah Gibran, KPU Siap Lawan
“Saya khawatirkan kalau kemarahan masyarakat sipil terus memanas akibat Gibran tidak mau mundur dan bisa mengarah pada titik ledak," kata Amien Rais dalam tayangan YouTube miliknya, dikutip Sabtu (17/10/2026).
"Jangan sampai ada ledakan sosial yang belum tentu bisa dijinakkan oleh aparatur keamanan dan pertahanan kita,” lanjut dia.
Amien juga mengingatkan Prabowo agar tidak menganggap persoalan tersebut sebagai polemik biasa. Menurutnya, apabila situasi berkembang menjadi people power, Presiden akan ikut menanggung tanggung jawab politik atas gejolak yang terjadi.
Karena itu, ia menyarankan Prabowo berkomunikasi langsung dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membicarakan langkah yang perlu diambil terkait posisi Gibran. Amien menilai Prabowo memiliki tanggung jawab besar untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak sosial.
"Jadi masukan saya untuk Presiden Prabowo, Anda yang paling bertanggung jawab kalau sampai terjadi semacam people power. Yakinkan Jokowi, Mas Prabowo bahwa Gibran sudah waktunya mundur," ungkap Amien Rais.
Baca Juga: Anies: Demokrasi Kita dalam Bahaya
Baca Juga: Parpol Terkesan Ogah Dukung Gibran di Pemilu 2029, Ini Respons Jokowi
Tak hanya meminta Prabowo mendesak Gibran mundur, Amien juga menilai pemerintahan akan lebih produktif tanpa Gibran mendampingi Prabowo sebagai Wakil Presiden.
“Untuk Pak Prabowo, tiga tahun masa bakti Anda akan lebih produktif kalau Gibran di-drop saja, selesai,” imbuhnya.
Pernyataan Amien tersebut menambah panjang perdebatan politik mengenai posisi Gibran. Meski demikian, seruan mundur yang disampaikannya merupakan pandangan politik Amien di tengah polemik yang masih menjadi perhatian publik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri