Anggaran Pendidikan 2027 Sebesar Rp 820,9 Triliun, Untuk Apa Saja?
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 00:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN, sesuai amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Baca Juga
Kebijakan ini ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.
Baca Juga
"Sesuai dengan UUD 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional," kata Purbaya.
Pada 2027, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan alokasi anggaran pendidikan pada 2026 sebesar Rp720,8 triliun.
Baca Juga
Purbaya mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program prioritas.
Salah satunya melalui Program Indonesia Pintar (PIP), yang memberikan bantuan tunai sekaligus memperluas akses pendidikan bagi peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Selain itu, anggaran pendidikan juga akan mendukung Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Jadi itu akan kita implementasikan di tahun 2027, antara lain untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat melalui PIP kepada 22,1 juta siswa dan KIP Kuliah kepada 1,1 juta mahasiswa,” kata Purbaya.
Anggaran pendidikan 2027 juga akan diarahkan untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur pendidikan. Di antaranya, pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda (SUG), pembangunan 100 Sekolah Rakyat (SR), serta dukungan operasional bagi 166 SR. Program tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, RAPBN 2027 mengalokasikan anggaran pendidikan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 60,6 juta penerima manfaat serta renovasi 12.215 satuan pendidikan, termasuk sekolah dan madrasah, di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dukungan terhadap kesejahteraan guru juga menjadi bagian dari prioritas anggaran pendidikan. Pemerintah mengalokasikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi 1,3 juta guru non-ASN sebesar Rp2 juta per bulan.
Selain itu, TPG juga diberikan kepada 1,7 juta guru ASN di daerah serta tambahan penghasilan bagi 20,7 ribu guru ASN di daerah.
Halaman Selanjutnya
Pemerintah juga menyiapkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 54,2 juta siswa serta Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) bagi 6,3 juta peserta didik. (Ant)