kingsheadwye.com

Anggota DPR sebut MBG instrumen hadapi bonus demografi - ANTARA News Jawa Timur

Saya sengaja datang hanya sekitar satu jam sebelum kunjungan agar bisa melihat kondisi sebenarnya. Hasilnya, seluruh proses berjalan baik, bersih, dan sesuai standar.

Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia menghadapi bonus demografi 2036.

"Kebutuhan gizi anak harus dipenuhi agar mereka memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dan siap bersaing saat Indonesia memasuki era bonus demografi," ujarnya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asemrowo 04, Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Ia mengatakan program MBG sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. 

Ia menilai anggaran Rp10 ribu per porsi mampu menghadirkan menu yang lebih lengkap dibandingkan uang saku harian sebagian pelajar yang hanya cukup membeli nasi dan lauk sederhana.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan seluruh proses pelayanan di SPPG berjalan sesuai standar operasional, mulai dari pengolahan limbah (IPAL), penyimpanan bahan pangan, proses memasak hingga penyajian makanan.

"Saya sengaja datang hanya sekitar satu jam sebelum kunjungan agar bisa melihat kondisi sebenarnya. Hasilnya, seluruh proses berjalan baik, bersih, dan sesuai standar," katanya.

Menurut dia, kualitas pengelolaan dapur di SPPG Asemrowo 04 bahkan layak disejajarkan dengan standar restoran maupun hotel berbintang, dan dinilai layak menjadi percontohan yang mendapat apresiasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu, Ketua Yayasan yang menaungi SPPG Asemrowo 04, Vera Andriana, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan tanpa persiapan khusus sehingga seluruh aktivitas yang ditinjau merupakan operasional harian.

Ia menjelaskan seluruh penerima manfaat memperoleh menu yang sama, sedangkan perbedaan hanya pada ukuran porsi yang disesuaikan dengan kelompok usia, termasuk balita, siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Menurut Vera, menu berbahan ayam dan telur masih menjadi favorit anak-anak. Namun, pengolahan telur terus dibuat bervariasi agar penerima manfaat tidak merasa bosan sekaligus tetap memenuhi ketentuan menu bergizi yang telah ditetapkan pemerintah.

Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.