kingsheadwye.com

Anggota DPRD Depok dorong akses modal yang sehat dan produktif bagi UMKM - ANTARA News Megapolitan

Depok, Jawa Barat (ANTARA) - Anggota Komisi B DPRD Kota Depok Ubaidilah mendorong perluasan akses permodalan yang sehat dan produktif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Depok, Jabar.

"Saya mendukung akses modal yang semakin terbuka. Tetapi ukuran keberhasilannya bukan berapa banyak uang yang dicairkan. Ukurannya adalah apakah omzet UMKM naik, usahanya berkembang, dan mereka mampu membuka lapangan kerja baru," katanya saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Jaringan Wirausaha (Jawara) Kota Depok dan Bank Jakarta Syariah di Depok, Senin.

Kerja sama tersebut membuka peluang pembiayaan bagi pelaku UMKM anggota Jawara Depok hingga Rp2 miliar, sesuai kapasitas usaha dan ketentuan perbankan.

Menurut Ubaidilah, akses terhadap modal masih menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi pelaku usaha.

Ia menilai pembiayaan harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat usaha, bukan sekadar menambah kewajiban pelaku UMKM.

"Modal harus bikin UMKM naik kelas, bukan malah menjadi beban. Karena itu pembiayaan harus diikuti pendampingan, pencatatan keuangan, pengelolaan arus kas, pemasaran, dan evaluasi usaha," tegasnya.

Sebagai Anggota Komisi B DPRD Kota Depok yang membidangi sektor perekonomian, Ubaidilah menilai penguatan UMKM menjadi salah satu jalan penting untuk menghadapi tantangan pengangguran dan tekanan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Kota Depok membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang tumbuh dari skala mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah, serta mampu menyerap tenaga kerja di lingkungan sekitarnya.

"Kita tidak cukup hanya bicara UMKM bertahan. Kita harus bicara UMKM tumbuh. Kalau satu pelaku usaha berkembang lalu mempekerjakan dua, tiga, atau lima orang, dampaknya langsung terasa terhadap ekonomi keluarga dan lingkungan," ujarnya.

Baca juga: DKUM Depok beri ruang bimbingan untuk jalankan usaha

Ubaidilah juga mendorong agar pemerintah daerah, DPRD, lembaga perbankan, komunitas usaha, dan dunia swasta membangun ekosistem yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan setidaknya empat dukungan utama, yaitu akses modal, pendampingan usaha, akses pasar, dan peningkatan kapasitas.

"Kalau hanya diberikan modal tetapi pasarnya tidak berkembang, manajemen keuangannya tidak tertata, dan kemampuan usahanya tidak meningkat, maka hasilnya tidak akan maksimal," katanya.

Ubaidilah berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi menghasilkan dampak yang terukur terhadap perkembangan UMKM.

"Setelah MoU, yang harus kita lihat adalah hasilnya. Berapa UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan, berapa yang omzetnya naik, berapa yang naik kelas, dan berapa tenaga kerja baru yang tercipta. Dampak seperti itu yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

Ketua Jawara Depok Kamaludin Enuh mengatakan kerja sama dengan Bank Jakarta Syariah merupakan bagian dari program Jawara Depok dalam memperluas akses permodalan bagi anggotanya.

Jawara Depok selama ini telah mendampingi pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan KUR dengan nilai hampir Rp1 miliar.

Selain pembiayaan, Jawara Depok juga telah menyalurkan dukungan bagi UMKM rintisan melalui berbagai program hibah hasil kolaborasi dengan sejumlah instansi. Nilainya mencapai hampir Rp500 juta.

Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna juga mengapresiasi kerja sama Jawara Depok dengan Bank Jakarta Syariah karena mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, komunitas, dan pemerintah.

"Kami mengapresiasi Jawara Depok dan Bank Jakarta Syariah yang terus mendorong pelaku UMKM untuk maju dan mengembangkan usahanya. Saya berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh melalui akses permodalan seperti ini," kata Ade.

Pimpinan Bank Jakarta Syariah Eko Filtra mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen perbankan syariah dalam mendukung pertumbuhan dunia usaha.

Anggota Jawara Depok nantinya dapat mengakses berbagai fasilitas pembiayaan, termasuk KUR dan layanan keuangan syariah lainnya.

Menurut Eko, UMKM tidak hanya perlu mendapatkan modal, tetapi juga perlu mampu mengelola hasil usaha dan melakukan reinvestasi untuk pengembangan bisnis.

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.