kingsheadwye.com

BPK Bengkulu dorong pelestarian menhir megalitikum di Rejang Lebong - ANTARA News Bengkulu

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Bengkulu mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong untuk melestarikan situs batu menhir peninggalan zaman megalitikum di Desa Lawang Agung, Kecamatan Sindang Beliti Ulu.

Kepala BPK Provinsi Bengkulu Iskandar Mulia Siregar di Rejang Lebong, Senin, mengatakan batu menhir peninggalan sejarah tersebut memiliki nilai kebudayaan yang sangat tinggi sehingga membutuhkan langkah perlindungan dan perawatan secara berkelanjutan.

"Saya berharap batu menhir megalitikum di Desa Lawang Agung, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, dapat dikembangkan menjadi salah satu ikon budaya daerah sekaligus daya tarik wisata," kata Iskandar pada acara pementasan cerita daerah di Gedung Serba Guna Pemkab Rejang Lebong.

Dia menjelaskan, situs batu menhir yang berada di kawasan perkebunan kopi warga tersebut dipenuhi ukiran yang bercerita tentang legenda kehidupan masyarakat setempat pada masa lalu. Oleh karena itu, penanganan yang tepat diperlukan agar peninggalan ini tidak rusak atau hilang.

Selain mendorong penyelamatan situs sejarah, BPK Provinsi Bengkulu juga terus menggulirkan program penguatan seni dan budaya daerah melalui bantuan alokasi anggaran pelestarian setiap tahunnya.

"Balai Pelestarian Kebudayaan berupaya melindungi kebudayaan lokal Bengkulu. Untuk kegiatan kelompok, kami menyiapkan anggaran sebesar Rp40 juta, sedangkan untuk kegiatan perseorangan disiapkan Rp20 juta," ujarnya.

Iskandar menambahkan, kehadiran Balai Pelestarian Kebudayaan di 33 provinsi secara nasional menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menjaga peninggalan sejarah dan budaya yang memiliki nilai penting bagi keberlanjutan identitas daerah.

Sementara itu, pada pementasan cerita daerah di GSG Pemkab Rejang Lebong kali ini menampilkan kisah cinta Majai Malang Butung dan Dayang Jelingan yang ditampilkan oleh Sanggar Semulen Perjako Curup.

Pertunjukan ini menarik perhatian pengunjung yang berasal dari kalangan seniman dan juga pejabat setempat.

Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.