kingsheadwye.com

Anindya Bakrie Bicara 92 Persen Ekonomi, Kadin Siap Masuk Lebih Dalam

Bagikan:

JAKARTA - Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyebut dunia usaha punya ruang besar untuk ikut menggerakkan ekonomi nasional. Ia mengacu pada data BPS yang menunjukkan hampir 92 persen produk domestik bruto atau PDB berasal dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor.

Hal itu disampaikan Anindya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kadin seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli.

“Melihat data BPS, hampir 92 persen ekonomi di PDB itu datang dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Sehingga Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi di 92 persen ekonomi kita,” kata Anindya.

BACA JUGA:


Menurut Anindya, ruang itu mencakup UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, perusahaan besar, serta pelaku usaha di pusat dan daerah. Karena itu, asosiasi dan himpunan usaha ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Anindya menegaskan Kadin dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987. Ia menyebut Kadin memiliki dua peran utama, yakni mitra strategis pemerintah dan wadah dunia usaha.

Ia juga mengaitkan peran Kadin dengan amanah Pasal 33 UUD 1945, terutama asas kekeluargaan, gotong royong, demokrasi ekonomi, dan ekonomi kerakyatan.

“Jadi itulah yang Kadin kedepankan, Pak Presiden,” ujarnya.

Anindya mengatakan pelaku usaha harus bekerja keras menghadapi situasi ekonomi dan geopolitik global yang tidak mudah. Ia menyebut kondisi saat ini sudah diperkirakan dalam pertemuan Kadin dengan Prabowo di Hambalang sekitar satu tahun lalu.

Saat itu, kata Anindya, Prabowo mengingatkan dunia usaha akan menghadapi masa penuh gejolak, termasuk perang dagang dan perang fisik.

Anindya mengatakan Kadin memilih tetap optimistis dan mencari solusi. Ia menilai Indonesia masih berada dalam kondisi lebih baik karena pertumbuhan ekonomi selama 20 tahun berada di kisaran 5 persen dan inflasi terkendali.

Namun, ia menyebut Indonesia tetap harus bekerja lebih keras jika ingin keluar dari jebakan pendapatan menengah dan bertahap menuju pertumbuhan 8 persen.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+