Apkasindo beri kemudahan petani akses harga sawit secara digital - ANTARA News Jambi
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia berupaya memberikan kemudahan bagi petani kelapa sawit swadaya untuk mendapatkan kemudahan akses terhadap informasi harga tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan selama puluhan tahun, jutaan petani kelapa sawit swadaya menghadapi persoalan terbatasnya akses terhadap informasi harga TBS dan CPO.
Kesenjangan informasi, lanjutnya membuat posisi tawar petani lemah, sementara disparitas harga antardaerah maupun antara petani swadaya dan plasma sulit dipantau secara terbuka.
"Keterbukaan informasi merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan keadilan harga bagi petani," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPP Apkasindo dengan didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) meluncurkan hargasawitindonesia.id, platform digital yang dirancang untuk menghadirkan transparansi data harga sekaligus memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok sawit nasional.
Gulat menyatakan platform tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai inovasi organisasi petani. Dukungan pemerintah, termasuk Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, diharapkan dapat mendorong pengembangannya sebagai bagian dari program sarana dan prasarana pengembangan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Dashboard tersebut menyajikan informasi harga TBS petani, harga CPO nasional dan internasional, perbandingan harga petani swadaya dan plasma, analisis disparitas harga antardaerah, hingga proyeksi pergerakan harga.
"Dengan format berbasis web, informasi diharapkan mudah diakses dan dipahami petani," katanya.
Menurutnya, sekitar 42 persen kebun sawit Indonesia dikelola petani sehingga akses terhadap informasi harga menjadi faktor strategis dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Kalau semua pelaku memiliki informasi yang sama mengenai harga CPO dan TBS, posisi tawar petani akan jauh lebih kuat,” kata Gulat.
Baca juga: Apkasindo: Ganoderma dan anjloknya harga TBS ancam sawit rakyat
Baca juga: Prabowo panggil Mentan Amran bahas harga TBS sawit sempat turun
Dia menegaskan, keterbukaan data bukan untuk mempertentangkan petani dengan industri, melainkan menciptakan ekosistem yang lebih sehat karena seluruh pihak memiliki referensi informasi yang sama.
Gulat mengatakan Apkasindo telah menyiapkan fitur pelaporan agar petani dapat melaporkan perbedaan harga yang signifikan. Informasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus memperkuat pengawasan tata niaga TBS di lapangan.
Ia juga menilai manfaat program biodiesel B50 belum sepenuhnya tercermin pada harga yang diterima petani, oleh karena itu, dashboard diharapkan membantu mengidentifikasi penyebab disparitas harga sekaligus menjadi bahan penyusunan kebijakan yang lebih berpihak kepada pekebun.
Ketua Kelompok Pemasaran Hasil Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Elvyrisma Nainggolan, menilai digitalisasi informasi harga sebagai langkah positif yang sejalan dengan transformasi sektor perkebunan.
Menurut dia, sebagian data harga pemerintah masih dikelola secara manual sehingga kehadiran dashboard digital dapat mempercepat penyebaran informasi sekaligus memperluas partisipasi petani swadaya.
Ke depan, platform tersebut berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai sumber data, seperti KPBN, ICDX, dan referensi internasional.
"Kita semua berharap semakin banyak organisasi petani yang ikut berkontribusi mengirimkan data sehingga gambaran harga di lapangan menjadi lebih akurat," ujarnya.
Baca juga: Serikat Petani harap tata kelola ekspor tetap lindungi harga TBS sawit
Baca juga: POPSI: Ekspor satu pintu perlu disertai jaminan harga adil bagi petani
Pewarta: Subagyo
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.