Aruma Bongkar Pola Hubungan yang Berulang Lewat Mini Album Baru
Jadi intinya...
- Aruma rilis mini album "Dan Ternyata Aku Cukup" di showcase bersama penggemar.
- Album ini jelajahi pola hubungan berulang dan pemahaman diri Aruma.
- Ketakutan ditinggalkan dan merasa tidak cukup jadi benang merah karyanya.
Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Aruma resmi merayakan perilisan mini album terbarunya bertajuk Dan Ternyata Aku Cukup bersama para penggemarnya, Arumanis, dalam intimate showcase yang digelar di Melodia, Rabu (3/8/2026). Acara tersebut turut dimeriahkan penampilan kolaborasi bersama sejumlah musisi tanah air.
Dalam showcase itu, Aruma membawakan langsung lagu-lagu dari mini album terbarunya di hadapan penggemar yang beruntung bisa hadir. Raim Laode tampil spesial menyanyikan lagu Ekspektasi bersama Aruma, sementara Raissa Anggiani ikut berduet dalam lagu Jalan Buntu.
Mini album ini terdiri dari lima lagu, yakni Pura-Pura Hidup Lagi, Senyum Pada Sepi, Jalan Buntu, Semoga Nanti, dan Bulan Separuh. Kelima lagu tersebut merangkai perjalanan Aruma dalam memahami dirinya sendiri sekaligus menelusuri pola hubungan yang terus berulang dalam hidupnya.
Aruma menegaskan, karyanya kali ini bukan sekadar kisah tentang kesedihan yang berakhir bahagia, melainkan proses memahami akar dari pola yang kerap muncul setiap kali menjalani sebuah hubungan.
"Pasti kalau orang dengar album ini, mungkin mikir ada fase penerimaan pada akhirnya, ada emosionalnya juga. Cuma sebenarnya cara melewati fase kesedihan. Ini lebih ke pola-pola yang selalu berulang setiap aku menjalani hubungan," ujar Aruma.
Ketakutan Akan Ditinggalkan Jadi Benang Merah
Perasaan tidak pernah cukup itu ternyata membawa dampak lain bagi Aruma, yakni rasa takut ditinggalkan dan minimnya rasa dicintai secara utuh dari orang-orang terdekatnya.
"Aku selalu merasa tidak pernah cukup buat orang-orang di sekitarku. Makanya, aku sering merasa orang-orang selalu meninggalkan aku. Aku juga tidak pernah merasa benar-benar dicintai secara penuh," kata Aruma.
Kondisi tersebut lambat laun membentuk siklus yang terus berputar dalam kehidupan asmaranya. Setiap kali sebuah hubungan berakhir, Aruma mengaku selalu bertemu sosok baru dengan persoalan yang serupa hingga membuatnya lelah secara emosional.
"Akhirnya, itu menjadi sebuah pola. Aku harus ketemu orang baru lagi, orang baru lagi, dan terus berulang. Setelah berkali-kali mengalami hal yang sama, itu melelahkan buat aku," ujarnya.
Fase Penting Dalam Hubungan
Melalui lagu Semoga Nanti, Aruma turut mengungkap fase penting saat ia mulai menyadari adanya persoalan keterikatan emosional dalam hubungan-hubungan yang pernah dijalaninya, seiring rasa damai yang mulai ia temukan dalam dirinya sendiri.
"Terus di lagu Semoga Nanti, itu adalah fase ketika aku mulai menyadari ada masalah keterikatan emosional dalam hubungan. Karena aku sudah sangat damai dengan diriku sendiri," ungkapnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Potret Pernikahan Rafi Pangestu Anak Annisa Trihapsari