kingsheadwye.com

Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau: Serang PJJ, Tangerang Tatap Muka

Serang, CNN Indonesia --

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk jenjang TK, SD hingga SMP sederajat, imbas sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

PJJ ini berlaku hanya satu hari, Senin (7/9). Seluruh siswa diminta belajar dari rumah, demi kesehatan dan keamanan.

"Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dialihkan sementara untuk melaksanakan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) selama satu hari," ujar Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri, Minggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinas Dikbud berkoordinasi dengan BPBD hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk mengetahui tingkat keamanan kualitas udara di Kota Serang. Jika kualitas udara dan sebagian abu vulkanik masih membahayakan, maka PJJ akan diperpanjang.

"Dindikbud Kota Serang secara berkala terus berkoordinasi, meminta pertimbangan teknis DLH dan BPBD terkait perkembangan indeks kualitas udara, serta arah sebaran abu vulkanik guna menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya," terangnya.

Pilihan Redaksi

  • Mendikdasmen Minta Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Terapkan PJJ
  • Kampus Terdampak Letusan Anak Krakatau Diimbau Terapkan PJJ
  • Garuda Indonesia Batalkan Semua Rute Penerbangan Jakarta sampai Besok

Proses PJJ diharap berlangsung secara efektif, orangtua juga diminta mendampingi anak-anak selama proses belajar dari rumah, serta mengurangi aktifitas di luar ruangan. Jika beraktifitas di luar rumah orangtua diminta memastikan anak-anaknya menggunakan masker medis.

"Mengurangi aktivitas putera-puterinya di luar ruangan guna menghindari paparan abu vulkanik secara langsung," jelasnya.

Tangerang tetap tatap muka

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SD dan SMP di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang tetap dilakukan secara tatap muka atau luar jaringan (luring) pada Senin (7/9), meski abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Supriyadi mengatakan, pihaknya masih memberlakukan pembelajaran tatap muka bagi siswa pada Senin besok.

"Sementara di Kabupaten Tangerang masih luring atau tatap muka," ujar Supriyadi, Minggu (6/9).

Meski demikian, para siswa diwajibkan mengenakan masker selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan di luar ruangan juga akan dibatasi.

Supriyadi mengatakan pihaknya masih mengkaji kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan.

"Sambil memperhatikan perkembangan kondisi (erupsi Gunung Anak Krakatau)," tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang juga memastikan KBM siswa SD dan SMP tetap berlangsung secara tatap muka pada Senin besok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan pelaksanaan KBM akan menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"KBM normal dengan protokol kesehatan diterapkan sesuai edaran Menteri Kesehatan, sudah kami imbau ke semua satuan pendidikan," kata Wahyudi.

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi dan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selanjutnya

(dod/ynd/isn)