kingsheadwye.com

PKM dosen Unesa ajarkan teknologi ekstraksi nutrisi cegah anemia - ANTARA News Jawa Timur

Sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga

Gresik (ANTARA) - Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa pelatihan fortifikasi pangan lokal berbasis teknologi ekstraksi nutrisi demi mencegah anemia kepada warga Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Pelaksana PKM Unesa Ika Nurmaya menjelaskan pelatihan ini fokus pada pengolahan bahan lokal kaya zat besi, seperti hati ayam dan daun kelor, menjadi camilan kue kering yang disukai remaja putri, ibu hamil serta ibu menyusui.

"Teknologi ekstraksi nutrisi memungkinkan warga mengolah bahan pangan tanpa merusak gizi mikro. Langkah ini efektif menciptakan pangan fungsional sebagai solusi preventif berkelanjutan selain tablet tambah darah," katanya di sela pelatihan di Gresik, Minggu.

Kegiatan ini membekali kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkungan Rukun Warga XIII Desa Petiken, Gresik, dengan teori gizi serta praktik penggunaan alat ekstraksi sederhana. 

Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, yaitu tanpa kelaparan, dan poin 3 kehidupan sehat dan sejahtera.

Ika menambahkan, selain edukasi kesehatan, peserta dilatih membuat rencana bisnis untuk keberlanjutan produk. 

"Mengingat sebagian anggota telah memiliki usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM di bidang makanan dan minuman, pelatihan ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis pangan sehat," ujarnya.

Ketua PKK RW XIII Petiken Juni Indrayanti menyambut baik pelatihan ini. 

"Program ini dapat direplikasi di tingkat Rukun Tetangga atau RT maupun desa sekitar untuk menekan angka anemia, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga," ucapnya.
 

Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.