AS Kaji Proposal Gencatan Senjata Iran 10 Hari, Israel Diminta Tak Gagalkan Jalur Diplomasi
Selasa, 21 Juli 2026 - 11:27 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah mengkaji proposal gencatan senjata selama 10 hari antara Iran dan Israel yang diajukan Qatar bersama sejumlah mediator regional. Di saat bersamaan, Washington juga meminta Israel menghindari langkah yang berpotensi menggagalkan upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Baca Juga
Laporan tersebut diungkap media Amerika Serikat, Axios, yang mengutip sejumlah sumber pada Senin malam, 20 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Proposal itu diajukan oleh Qatar, Mesir, Pakistan, serta beberapa mediator regional lainnya sebagai upaya meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga
AS Pelajari Usulan Gencatan Senjata
Berdasarkan laporan tersebut, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini masih mempelajari rincian proposal yang diajukan para mediator.
Baca Juga
Selain mengevaluasi usulan tersebut, Washington juga disebut telah menyampaikan permintaan kepada Israel agar tidak mengambil langkah-langkah yang dapat menutup peluang tercapainya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Sikap itu menunjukkan Amerika Serikat masih membuka ruang bagi upaya negosiasi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Tetap Siapkan Langkah Antisipasi
Meski membuka peluang penyelesaian melalui diplomasi, Amerika Serikat dilaporkan tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila proses perundingan gagal mencapai kesepakatan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi apabila proposal gencatan senjata tidak membuahkan hasil.
Laporan Axios menyebut Washington tetap mempersiapkan sejumlah opsi sambil menunggu perkembangan pembahasan proposal tersebut.
Israel Tingkatkan Kesiagaan Militer
Di sisi lain, militer Israel dilaporkan telah meningkatkan status kesiagaan menyusul situasi keamanan yang masih belum menentu.
Pasukan Israel disebut bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik yang dapat berkembang menjadi kampanye militer berskala penuh dalam beberapa hari mendatang.
Peningkatan kesiagaan itu dilakukan seiring belum adanya kepastian mengenai hasil pembahasan proposal gencatan senjata yang tengah dikaji Amerika Serikat.
Proposal Mencakup Selat Hormuz
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam laporan tersebut, proposal gencatan senjata selama 10 hari tidak hanya mencakup penghentian sementara permusuhan antara kedua pihak.
Usulan itu juga memuat pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, masa gencatan senjata diharapkan memberikan ruang bagi Washington dan Teheran untuk menyelamatkan nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati, sehingga proses diplomasi masih dapat terus berlanjut di tengah meningkatnya tensi kawasan.