Bupati Gumas minta camat, kades dan lurah bimbing mahasiswa KKN
Bupati Gumas minta camat, kades dan lurah bimbing mahasiswa KKN
Selasa, 21 Juli 2026 11:28 WIB
Bupati Gumas Jaya S Monong berfoto bersama mahasiswa KKN UPR dan lainnya di Kuala Kurun, Senin (13/7/2026). ANTARA/Chandra
Kuala Kurun (ANTARA) - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jaya Samaya Monong meminta camat, kepala desa dan lurah agar membimbing mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah masing-masing.
"Camat, kades dan lurah, yang wilayahnya menjadi lokasi penempatan KKN, saya minta agar menerima dan membimbing adik-adik mahasiswa dengan penuh kekeluargaan, sebagaimana layaknya menerima keluarga sendiri," ucapnya di Kuala Kurun, Senin.
Pendampingan dari pemerintah kecamatan, desa/kelurahan dibutuhkan agar mahasiswa mendapat ruang belajar dan berkarya seluas-luasnya di tengah masyarakat, sekaligus memahami kondisi sosial dan budaya setempat selama KKN berlangsung.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan pemerintah kecamatan, desa/kelurahan diharapkan dapat mempercepat capaian program pembangunan daerah di tingkat desa/kelurahan, khususnya yang tertuang dalam program unggulan Gumas yakni Program Tambun Bungai.
Selain meminta pendampingan dari pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, Bupati Gumas juga menitipkan sejumlah program kerja agar menjadi fokus mahasiswa selama KKN berlangsung di lokasi penempatan masing-masing nantinya.
Baca juga: Sekda Gumas tekankan peran posyandu layani seluruh siklus kehidupan
Lima program yang dimaksud yakni penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, promosi wisata desa berbasis ekonomi kreatif, pengelolaan sampah menjadi usaha bernilai ekonomi, hingga pemanfaatan lahan pekarangan atau urban farming.
Orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau itu menyebut, kelima isu tadi tidak harus tuntas selama KKN, namun langkah sekecil apa pun tetap memberi manfaat bagi masyarakat maupun mahasiswa sendiri.
Ia pun mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa menghormati, menjaga, dan melestarikan adat istiadat suku Dayak yang masih dijunjung tinggi masyarakat Gumas, mulai dari upacara adat, hukum adat, hingga kesenian tradisional.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Gumas Yantrio Aulia menambahkan, sebanyak 225 mahasiswa UPR melaksanakan KKN di daerah setempat mulai 14 Juli hingga 18 Agustus 2026, yang tersebar di 15 desa dan kelurahan pada enam kecamatan.
Lokasi KKN tersebut meliputi Tampang Tumbang Anjir, Tewang Pajangan, Tumbang Miwan, dan Tumbang Tariak di Kecamatan Kurun, Takaras dan Taringen di Kecamatan Manuhing, serta Dahian Tambuk, Tumbang Danau, dan Rangan Tate di Kecamatan Mihing Raya.
"Lokasi KKN lainnya berada di Tumbang Napoi, Kecamatan Miri Manasa, Pematang Limau dan Tampelas di Kecamatan Sepang, serta Batu Nyiwuh, Rangan Mihing, dan Tumbang Habaon di Kecamatan Tewah," demikian Yantrio.
Baca juga: Legislator Gumas apresiasi GKE berikan ruang bagi anak terlibat dalam pelayanan
Baca juga: Bupati Gumas jadikan nobar Piala Dunia 2026 momentum perkuat silaturahmi
Baca juga: Legislator Gumas minta masyarakat tak ragu daftarkan anak ke Sekolah Rakyat
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.