kingsheadwye.com

Aspek Sulawesi Tengah fasilitasi 280 sertifikat halal gratis bagi UMKM kuliner

Aspek Sulawesi Tengah fasilitasi 280 sertifikat halal gratis bagi UMKM kuliner

Sabtu, 8 Agustus 2026 17:05 WIB

Image Print

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Rudi Dewanto didampingi Ketua Umum Aspek Sulteng Bino AJ menyerahkan sertifikat halal kepada pelaku UMKM dalam rangka HUT ke-2 Aspek Sulteng, di Palu, Sabtu (8/8/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) Sulawesi Tengah (Sulteng) memfasilitasi penerbitan sekitar 280 sertifikat halal secara gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner sebagai upaya meningkatkan daya saing produk.

“Untuk sore ini yang dibagikan sekitar 280-an. Itu kita berikan secara gratis tanpa ada biaya apa pun,” kata Ketua Umum Aspek Sulteng Bino AJ pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Aspek Sulteng, di Palu, Sabtu.

Ia mengatakan fasilitasi sertifikat halal tersebut merupakan bagian dari program Aspek yang telah berjalan selama sekitar lima bulan terakhir untuk membantu pelaku UMKM kuliner meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Aspek Sulteng, kata dia, terus mengajak pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal untuk mendaftarkan usahanya agar dapat memperoleh pendampingan dalam proses sertifikasi.

Bino mengatakan program tersebut sejauh ini dijalankan secara mandiri oleh asosiasi. Karena itu, ia berharap kolaborasi dengan pemerintah, baik Pemerintah Kota Palu maupun Pemerintah Provinsi Sulteng, ke depan dapat semakin diperluas.

Menurut dia, dukungan pemerintah di berbagai bidang akan semakin memperkuat pelaku usaha kuliner dalam mengembangkan usahanya.

Ia juga berharap komunikasi antara pemerintah dan asosiasi terus dibangun, termasuk dalam membahas berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pelaku usaha, termasuk perpajakan.

“Kami berharap kepada pemerintah ke depan untuk bisa berkomunikasi yang lebih baik dengan asosiasi,” ujarnya.

Menurut dia, komunikasi yang baik akan membantu pemerintah dan pelaku usaha menemukan langkah yang sesuai, sehingga kebijakan dapat berjalan sekaligus mendukung keberlangsungan UMKM kuliner.

Ia mengatakan sektor kuliner memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Palu, karena pertumbuhan usaha tersebut tidak hanya membuka ruang bagi masyarakat untuk berwirausaha, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak diisi tenaga kerja lokal.

Dia menyebut setelah sekitar dua tahun terbentuk, Aspek mencatat jumlah anggota yang terdata secara riil sekitar 700 orang.

Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM kuliner yang bergabung, sehingga Aspek dapat menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, memperluas kolaborasi, serta mendorong pertumbuhan sektor kuliner di Sulteng.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng Rudi Dewanto mengatakan keberadaan Aspek menunjukkan bahwa organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk menghimpun pelaku usaha kuliner, tetapi juga berperan dalam memperkuat jejaring dan membuka peluang pengembangan usaha.

“Yang utama, Aspek ini menghadirkan nilai tambah bagi ekonomi daerah kita,” katanya pula.

Ia berharap fondasi yang telah dibangun Aspek dapat menjadi pijakan untuk berkembang menjadi organisasi yang semakin profesional, berdaya saing, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan ekonomi Sulteng.

Rudi mengatakan Pemprov Sulteng menempatkan penguatan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, karena usaha rakyat merupakan salah satu penopang utama perekonomian.

“Kami percaya bahwa pembangunan yang berkualitas bukan hanya diukur dari tingginya investasi atau baiknya infrastruktur, tetapi yang utama diukur dari kuatnya usaha-usaha rakyat yang menjadi penopang ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemprov Sulteng akan terus mendorong hadirnya berbagai kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar usaha masyarakat dapat berkembang dan memiliki daya saing.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026