Badan Geologi: Asap di Gunung Raung bukan erupsi tapi kebakaran
Badan Geologi: Asap di Gunung Raung bukan erupsi tapi kebakaran
Kamis, 20 Agustus 2026 09:50 WIB
Kepulan asap yang teramati petugas vulkanologi badan geologi di lereng atas bagian selatan Gunung Raung, Jawa Timur, dipicu oleh kebakaran lahan, bukan aktivitas vulkanik maupun erupsi. ANTARA/HO-Badan Geologi.
Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi fenomena kepulan asap yang teramati di lereng atas bagian selatan Gunung Raung, Jawa Timur, dipicu oleh kebakaran lahan, bukan disebabkan aktivitas vulkanik maupun erupsi.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Kamis, mengatakan titik kepulan asap tersebut mulai teramati sejak Rabu (19/8) pukul 06.30 WIB dan terlihat bergerak serta melebar pada pukul 13.06 WIB.
"Dari karakter sebaran, lokasi, dan warna asap yang teramati, diduga bahwa fenomena kepulan asap tersebut diakibatkan oleh kebakaran lahan," kata dia.
Lana menjelaskan pengamatan visual Gunung Raung selama dua pekan terakhir hanya menunjukkan hembusan gas/uap air bertekanan fluktuatif dengan ketinggian maksimal 500 meter dari atas puncak, tanpa teramati adanya aktivitas erupsi yang menghasilkan material batuan.
Selain itu, rekaman kegempaan didominasi oleh Gempa Hembusan permukaan akibat pelepasan tekanan gas, serta tidak terdeteksi adanya peningkatan jumlah maupun jenis kegempaan yang mengindikasikan proses migrasi magma ke permukaan.
Badan Geologi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Raung yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso tersebut tetap berada pada Level II (Waspada) sejak 19 Desember 2023.
Untuk itu, kata Lana, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di kawah puncak guna menghindari potensi bahaya akumulasi gas vulkanik berkepekatan tinggi.
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026