kingsheadwye.com

Kaltim susun strategi lepas ketergantungan dari sektor tambang - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mematangkan strategi transformasi ekonomi menuju 2045 guna melepaskan ketergantungan daerah dari sektor pertambangan batu bara dengan memperkuat sumber ekonomi berkelanjutan.

"Transformasi ekonomi diperlukan untuk memperkuat sektor-sektor unggulan yang sudah ada, sekaligus mempersiapkan industri baru yang lebih berkelanjutan dan sesuai perkembangan global," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim Wahyu Gatut Purboyo di Samarinda, Kaltim, Rabu.

Saat membuka kegiatan diskusi putaran 3 Forum Konsultasi Daerah untuk Percepatan Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Wahyu menegaskan bahwa saat ini sekitar 34 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim masih berasal dari sektor pertambangan batu bara yang menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja.

Namun, ketergantungan pada komoditas yang sangat dipengaruhi harga dan permintaan global tersebut perlu diantisipasi melalui transformasi ekonomi yang terencana.

Menurut dia, arah transformasi ekonomi Kaltim tidak hanya berfokus pada pengembangan sektor eksisting, tetapi juga mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Wahyu menambahkan jejak transformasi ekonomi Kaltim sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Pada era 1970-an, perekonomian daerah didominasi sektor kehutanan, kemudian bergeser ke komoditas batu bara pada awal 2000-an.

Kini, sektor lain seperti perkebunan, khususnya kelapa sawit, mulai menunjukkan kontribusi yang semakin besar terhadap struktur ekonomi daerah.

“Pertambangan memang masih menjadi sektor utama, tetapi sumber daya itu tidak selamanya ada. Karena itu, kita harus menyiapkan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan,” tegasnya.

Diskusi yang dipandu oleh Ade Cahyat dari GIZ tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan strategis, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Kepala Direktorat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Kaltim-Kaltara Misyar Borowisanto, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Bayuadi Hardiyanto.

Turut hadir perwakilan dari sejumlah organisasi usaha dan profesi, seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI).

Forum lintas sektor ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menyusun arah pembangunan ekonomi Kaltim menuju 2045 yang lebih tangguh, inklusif, dan tidak bergantung pada sumber daya alam tidak terbarukan.

Pewarta: Arumanto
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.