Badan Pelestarian Budaya melanjutkan pemugaran Candi Mendut tahap II
Badan Pelestarian Budaya melanjutkan pemugaran Candi Mendut tahap II
Jumat, 7 Agustus 2026 17:08 WIB
Para pegawai pengelola candi mendut melakukan upacara selamatan sebelum pemugaran Candi Mendut dilakukan di Kabupaten Magelang, Jumat (7/08/2026) ANTARA/Heru Suyitno
Magelang (ANTARA) - Pemugaran tahap II Candi Mendut resmi dilanjutkan dengan fokus utama mengatasi dua persoalan yang berpotensi mengancam kelestarian bangunan, yakni kebocoran pada bagian atap dan dinding candi yang mengalami penggembungan akibat tekanan air di dalam tubuh bangunan.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Riris Purbasari di Magelang, Jawa Tengah, Jumat, menyampaikan pemugaran tersebut merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dilakukan sebelumnya.
Pada tahap awal, tim konservasi memasang perancah serta melakukan kajian terhadap struktur atap candi sebagai persiapan pekerjaan lanjutan.
Ia menjelaskan dalam proses pemugaran, tim menemukan konstruksi atap candi pada masa lalu telah dilapisi semen. Kondisi tersebut menyebabkan air merembes masuk ke dalam bilik candi sehingga pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati dengan membongkar lapisan semen tersebut tanpa merusak batu asli.
Sebagian besar batu asli candi masih dalam kondisi baik dan telah didata. Selain itu hasil pemugaran tahap pertama juga menghasilkan sejumlah temuan baru berupa stupa-stupa kecil yang diduga merupakan bagian dari konstruksi atap Candi Mendut pada masa lampau.
Ia menyebutkan inti permasalahan yang harus segera ditangani ada dua, yakni menghentikan kebocoran dan mengembalikan dinding yang mulai menggembung agar kembali rata.
Jika tidak segera diperbaiki, kata dia, air akan terus masuk ke dalam struktur bangunan sehingga meningkatkan kelembapan dan mempercepat kerusakan batu-batu candi.
Ia menyampaikan selama proses pemugaran berlangsung kawasan bangunan candi akan ditutup sementara untuk umum. Penutupan dilakukan demi menjamin keselamatan pengunjung, sekaligus memberikan ruang kerja yang optimal bagi tim konservasi.
Menurut dia, pekerjaan pemugaran ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu tahun. Namun tim akan mengupayakan agar Candi Mendut sudah dapat kembali digunakan sebagai lokasi perayaan Waisak mendatang.
Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, lanjutnya, sebanyak 30 hingga 40 pekerja akan dikerahkan dengan sistem kerja bergilir. Tenaga yang dilibatkan berasal dari petugas konservasi serta tenaga kerja lokal.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.