kingsheadwye.com

Bahlil Janji Warga Terdampak Proyek Masela Dapat 'Ganti Untung'

Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 16 Juli 2026, 16:50 WIB

Bahlil Janji Warga Terdampak Proyek Masela Dapat 'Ganti Untung'

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan masyarakat yang terdampak pembangunan Proyek Abadi Masela akan memperoleh kompensasi yang layak.

Bahlil mengatakan, sebagian lahan yang akan digunakan untuk pengembangan proyek berada di kawasan hutan. Namun, menurutnya, masyarakat telah menggarap lahan tersebut secara turun-temurun sehingga pemerintah perlu memberikan perhatian khusus.

"Karena itu izinkan tadi saya membuat kebijakan, sudah barang tentu nanti kami akan laporkan dan minta arahan Bapak Presiden agar mereka diberikan ganti rugi, bukan ganti rugi tapi ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya,” kata Bahlil saat groundbreaking Proyek Masela di Kabupaten Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2025).

Baca Juga: Bahlil: 60 Persen Gas Proyek Abadi Masela untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Bahlil menjelaskan, pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah agar investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek.

"Kami berpandangan bahwa investasi masuk penting, tapi jauh lebih penting adalah bagaimana investasi memberikan kontribusi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat di daerah tempat investasi itu berada, bagi negara, rakyat, dan bangsa Indonesia," katanya.

Selain memperhatikan aspek sosial, pemerintah juga menyiapkan tenaga kerja lokal agar dapat mengambil manfaat dari proyek tersebut.

Bahlil mengungkapkan, sejumlah putra-putri dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya telah dikirim untuk menempuh pendidikan di Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) yang berada di bawah Kementerian ESDM.

Baca Juga: Dugaan Kasus Batu Bara PLTU, Bahlil: Kementerian ESDM Siap Beberkan Data

Menurut dia, sebagian peserta telah lulus dalam tiga hingga empat tahun terakhir dan diproyeksikan akan direkrut untuk bekerja di Proyek Abadi Masela.

"Dan keluaran mereka sudah tiga sampai empat tahun yang sudah keluar dan mereka akan semuanya kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela,” tutur Bahlil.