Banyak yang Iri Harga BBM Malaysia Bisa Murah, Ternyata Begini Faktanya
Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB
Malaysia, VIVA - Harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu isu yang paling sering disorot masyarakat, termasuk di Malaysia. Di tengah desakan agar harga bensin kembali diturunkan, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim justru menegaskan bahwa langkah tersebut bukan pilihan yang mudah karena berpotensi memperburuk kondisi keuangan negara.
Baca Juga
Menurut Anwar, pemerintah saat ini sudah mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk menjaga harga BBM tetap terjangkau. Sepanjang tahun ini, subsidi bensin dan solar diperkirakan mencapai sekitar RM40 miliar atau setara Rp155 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Besarnya dana tersebut membuat pemerintah harus berhitung sebelum memutuskan menambah subsidi. Jika harga BBM kembali dipangkas, beban anggaran negara akan semakin besar dan berisiko meningkatkan utang pemerintah.
Baca Juga
"Untuk soal harga bahan bakar, saya tidak tahu kenapa masih banyak yang mengatakan di media sosial bahwa saya tidak menurunkan harga BBM," kata Anwar dikuti VIVA dari Paultan, Senin 20 Juli 2026.
Ia menambahkan, banyak pihak menginginkan harga bensin turun hingga RM1,50 per liter atau sekitar Rp5.800. Namun menurutnya, kondisi pasar energi dunia saat ini sudah berubah sehingga angka tersebut sulit diwujudkan.
Baca Juga
Sebagai gambaran, Anwar mencontohkan Arab Saudi yang merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Beberapa tahun lalu harga bensin di negara tersebut memang sempat berada di kisaran 50 sen atau sekitar Rp1.900 per liter.
Kini situasinya berbeda. Harga bensin di Arab Saudi telah naik menjadi sekitar RM2,40 hingga RM2,50 per liter, atau setara Rp9.300-Rp9.700 per liter. Padahal, negara tersebut memiliki cadangan minyak yang sangat besar dan kapasitas produksi yang jauh melampaui Malaysia.
Menurut Anwar, fakta itu menunjukkan bahwa harga BBM murah bukan lagi sesuatu yang mudah dipertahankan, bahkan oleh negara penghasil minyak terbesar sekalipun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Malaysia sendiri juga memiliki tantangan tersendiri. Sekitar 50 persen kebutuhan minyak bumi nasional masih harus dipenuhi melalui impor, sehingga biaya penyediaan energi sangat dipengaruhi harga minyak dunia.
Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan harga bensin RON 95 di level RM1,99 per liter, atau sekitar Rp7.700, melalui skema subsidi. Artinya, masyarakat masih membeli BBM di bawah harga keekonomian karena selisihnya ditanggung oleh pemerintah.
Halaman Selanjutnya
Anwar menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terus menambah utang hanya demi mempertahankan harga BBM yang lebih murah. Menurutnya, menjaga stabilitas fiskal sama pentingnya dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui subsidi energi.