OJK Cirebon edukasi ASN agar bijak kelola keuangan dan investasi - ANTARA News Jawa Barat
Cirebon (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengedukasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, agar mampu mengelola keuangan secara sehat serta menerapkan prinsip legal dan logis sebelum berinvestasi.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib di Cirebon, Senin, mengatakan peningkatan literasi keuangan diperlukan agar ASN terhindar dari aktivitas keuangan ilegal dan mampu menyusun perencanaan keuangan yang baik.
“Kami mengadakan kegiatan edukasi hari ini. Yang paling penting adalah menerapkan prinsip 2L, yaitu legal dan logis, sebelum memutuskan berinvestasi atau menggunakan produk keuangan,” katanya.
Menurut dia, ASN harus memastikan setiap produk keuangan yang digunakan memiliki legalitas dan berada di bawah pengawasan OJK.
Ia mengatakan kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, menjadi dasar penting agar para ASN di Kota Cirebon tidak mudah tergiur investasi dengan imbal hasil tinggi.
“Seluruh perlu ASN terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal. Mereka paham ketika menggunakan uang harus pada instrumen keuangan yang diawasi OJK,” ujar dia.
OJK, lanjutnya, mengingatkan pula agar ASN menjauhi praktik judi daring, karena dapat mengganggu kondisi keuangan pribadi sekaligus menurunkan produktivitas kerja.
Agus mengatakan program edukasi tersebut, merupakan implementasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Cirebon untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan.
Selain itu, OJK terus menggencarkan edukasi keuangan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan agar masyarakat semakin bijak menggunakan layanan keuangan.
“Selama triwulan pertama tahun 2026, kami melaksanakan 59 kegiatan edukasi keuangan secara daring dan luring dengan total 7.324 peserta,” katanya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman ASN mengenai pengelolaan keuangan agar kesejahteraan pribadi dan kinerja tetap terjaga.
Menurut dia, peserta pelatihan terdiri atas sekretaris perangkat daerah serta bendahara atau pembuat daftar gaji yang nantinya menjadi agen penyebarluasan literasi keuangan di instansi masing-masing.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menggunakan pendekatan training of trainers (ToT), sehingga setiap peserta diwajibkan menyusun rencana aksi di perangkat daerahnya.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan literasi manajemen keuangan kepada ASN sehingga dapat membantu menyusun konsep kebijakan terkait pengelolaan keuangan pribadi ASN,” katanya.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.