Bappeda sebut jagung Gorontalo sebagai penggerak industri pakan - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo melihat potensi jagung sebagai salah satu komoditas yang dapat menjadi penggerak industri pakan dan memperkuat keterkaitan sektor pertanian dengan industri di daerah.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Gorontalo Mohamad Dikky Sidiki di Gorontalo, Senin, mengatakan potensi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan hilirisasi komoditas unggulan.
“Pak Gubernur terus mendorong agar jagung, salah satu produksi yang masif di Gorontalo ini, bisa ada industrinya di daerah,” ujar dia.
Dikky mengatakan dari sisi produksi, Gorontalo masih menghadapi persaingan dengan sejumlah daerah lain. Namun, daerah tersebut memiliki keunggulan dari sisi citra sebagai salah satu penghasil jagung yang baik, khususnya untuk kebutuhan bahan baku pakan.
“Kita diuntungkan dengan brand yang sudah kita miliki dari dulu, bahwa kita penghasil jagung terbaik khususnya untuk bahan pakan,” katanya.
Menurut dia, peluang tersebut perlu didukung dengan pemenuhan berbagai prasyarat agar investasi industri hilir jagung dapat berkembang di Gorontalo.
Dalam perspektif perencanaan pembangunan daerah, kata Dikky, dukungan terhadap hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan konektivitas dari wilayah produksi menuju pusat distribusi.
Karena itu, lanjutnya, pemerintah terus mendorong pengembangan Pelabuhan Anggrek serta akses yang menghubungkan pelabuhan dengan berbagai wilayah sentra produksi.
“Akses dari pelabuhan ke berbagai wilayah yang menjadi produksi itu terus kita dorong untuk dikembangkan agar lebih mudah dan cepat,” ujar dia.
Dikky mengatakan potensi jagung sebagai bahan baku pakan juga memiliki keterkaitan dengan rencana hilirisasi peternakan ayam di Kabupaten Gorontalo Utara.
Dalam konsep pengembangan tersebut, industri pakan menjadi salah satu bagian dari ekosistem peternakan yang dapat menghubungkan kebutuhan bahan baku pertanian dengan kegiatan peternakan di daerah.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata dia, juga telah memfasilitasi sejumlah kebutuhan awal untuk mendukung rencana pengembangan industri peternakan tersebut, termasuk kesiapan lahan dan penyelesaian aspek administrasi yang menjadi kewenangan daerah.
Ia menilai keterhubungan antara jagung, industri pakan dan peternakan dapat menjadi peluang untuk membangun rantai ekonomi yang lebih kuat apabila berbagai prasyarat investasinya dapat terpenuhi.
“Semua syarat yang selama ini menjadi tantangan untuk kita bisa menarik investasi hilirisasi jagung ke daerah itu terus diupayakan untuk bisa kita penuhi,” katanya.
Dikky menegaskan pengembangan tersebut masih menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melihat dan memanfaatkan potensi komoditas unggulan daerah agar memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian Gorontalo.
Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah menempatkan pengembangan pabrik pakan sebagai bagian dari program hilirisasi ayam terintegrasi di Gorontalo Utara, dengan jagung lokal menjadi salah satu bahan baku utama dalam ekosistem tersebut.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.