kingsheadwye.com

BGN pastikan peningkatan kualitas gizi MBG usai libur sekolah

BGN pastikan peningkatan kualitas gizi MBG usai libur sekolah

Senin, 13 Juli 2026 21:37 WIB

Image Print

Wakil Kepala BGN Trenggono saat meninjau pelaksanaan Program MBG di beberapa sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta Pusat pada Senin (13/7/2026). ANTARA/HO-BGN.

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan peningkatan kualitas gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali digulirkan hari ini usai libur sekolah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Trenggono saat meninjau pelaksanaan Program MBG di beberapa sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta Pusat pada Senin, sebagai bagian dari upaya BGN memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, mulai dari kualitas menu, keamanan pangan, hingga proses distribusi kepada para penerima manfaat.

Trenggono mengingatkan , kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama dalam setiap menu yang disajikan. Menu harian perlu mengandung protein hewani secara konsisten sebagai salah satu komponen penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah.

"Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Karena itu, menu berbahan protein hewani, termasuk daging, perlu diupayakan tersedia secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah," katanya.

Beberapa sekolah yang dikunjungi di antaranya SDN Cikini 01, SDN Cikini 02, SMA Muhammadiyah 1, SPPG Jakarta Pusat Menteng Pegangsaan 1, dan SPPG Jakarta Pusat Johar Baru Kampung Rawa 2.

Selain menekankan kualitas gizi, Trenggono juga memberikan sejumlah arahan kepada pengelola SPPG dan mitra untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar operasional.

"Kepala SPPG dan mitra harus aktif melakukan pendampingan saat kunjungan monitoring, rutin membangun komunikasi dengan sekolah, serta menghimpun masukan dari kepala sekolah, guru, peserta didik, dan penerima manfaat lainnya sebagai bahan evaluasi penyusunan menu," ujar dia.

BGN memastikan terus memantau dan mengevaluasi secara berkala pelaksanaan program MBG di berbagai daerah dan berkomitmen memastikan program terlaksana secara optimal, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi generasi penerus bangsa.

Trenggono juga mengemukakan, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Oleh karena itu, penyediaan bahan baku perlu memprioritaskan potensi pangan lokal dan melibatkan pelaku usaha di sekitar wilayah pelaksanaan program.

"Program MBG harus menjadi penggerak ekosistem pangan di daerah. Kita perlu memanfaatkan buah-buahan lokal yang kualitasnya yang berkualitas, mengurangi ketergantungan pada bahan baku produksi pabrikan, serta mengutamakan pasokan dari UMKM. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga oleh petani, pelaku usaha, dan masyarakat di sekitar," tuturnya.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026