BI Balikpapan tekan inflasi dan karhutla di PPU serta Paser - ANTARA News Kalimantan Timur
Balikpapan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan memperkuat kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser untuk meredam tekanan inflasi pangan daerah sekaligus menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena cuaca El Nino.
"Kerjasama ini untuk memperkuat ketahanan daerah dalam pengendalian inflasi pangan, sekaligus juga penanganan karhutla dan peningkatan literasi masyarakat secara berkelanjutan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi di Balikpapan, Jumat.
Kerjasama tersebut diwujudkan dalam program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), meliputi penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah (PM), serta Operasi Pasar (OP) di sepanjang triwulan keempat 2026 ini.
Robi menjelaskan, langkah stabilisasi ini penting karena laju inflasi tahun berjalan (year-to-date) di wilayah kerja BI Balikpapan sepanjang Januari hingga September 2026 telah mencapai 4,11 persen.
Memasuki triwulan terakhir tahun ini, intensitas pasar murah ditingkatkan menjadi 10 kali di Kota Balikpapan dan 13 kali di Kabupaten PPU.
Upaya tersebut disinergikan dengan distributor utama, Perum Bulog, serta Pertamina Patra Niaga agar masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dapat memperoleh komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau di bawah harga eceran tertinggi (HET)/harga acuan penjualan (HAP).
Selain operasi pasar secara langsung, penguatan pasokan hulu terus digenjot melalui monitoring dan program pertanian intensif Kemah Tani (Farming Camp / Tani Camp) 2026.
Budidaya hortikultura perkotaan (urban farming) komoditas cabai, tomat, dan terong yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), sekolah, serta kelompok tani di Balikpapan dan PPU menunjukkan hasil positif dengan tanaman yang mulai memasuki fase berbuah.
Sementara itu, hasil monitoring program Kemah Tani di Kabupaten Paser mencatatkan pencapaian menggembirakan pada sektor peternakan ayam petelur.
Peternak lokal mulai menerapkan penggunaan pakan mandiri guna menyiasati keterbatasan pasokan bahan baku jagung, sehingga efisiensi usaha dapat terjaga sementara biaya produksi turun-naik.
Kemudian untuk penanggulangan dampak El Nino, BI menyerahkan bantuan perlengkapan dan peralatan pemadam kebakaran kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser.
Bantuan ini merupakan tindak lanjut penyerahan simbolis oleh Gubernur Bank Indonesia kepada masing-masing pimpinan BPBD di Balikpapan pada 20 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian bantuan serentak untuk tujuh provinsi, termasuk Kalimantan Timur.
Bantuan peralatan yang diserahterimakan meliputi pompa jinjing pemadam, tandon air portabel (flexible tank), selang pemadam ukuran 1,5 inci dan 2 inci, nozzle pemadam hingga nozzle suntikan gambut.
Selain itu, petugas di lapangan juga dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap berupa cangkul, sepatu boots antiapi, baju pemadam tahan api beserta sarung tangan, helm pelindung, masker respirator, kacamata goggle, senter helm (head lamp), klem, hingga jerigen.
BI Balikpapan juga turut memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program Bedah Buku Penulis Lokal 2026.
BI bekerjasama dengan Pemkot Balikpapan, Pemkab Paser, dan Pemkab PPU telah membedah enam buku karya penulis Balikpapan di Balikpapan sejak Juli, satu buku karya penulis Paser di Tanah Grogot, serta dijadwalkan menyusul empat buku di PPU menjelang akhir tahun guna memperkuat ekosistem literasi dan apresiasi karya daerah.
Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.