BMKG: DIY status awas peringatan dini kekeringan meteorologis
BMKG: DIY status awas peringatan dini kekeringan meteorologis
Kamis, 10 September 2026 20:20 WIB
Peta kondisi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/HO-Staklim BMKG Yogyakarta
Yogyakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta menyebut seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada dalam status awas dalam peringatan dini kekeringan meteorologis.
"Peringatan dini kekeringan meteorologis DIY pada Dasarian I September 2026 berada dalam status awas di seluruh wilayah DIY," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Mamenun dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, kondisi tersebut mendasarkan pada pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini yang menunjukkan angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari timur mengindikasikan Monsun Australia aktif.
"Indeks El Nino Southern Oscillatio (ENSO) dalam kondisi sangat kuat, kondisi tersebut berpeluang terjadi hingga awal tahun 2027," katanya.
Dia mengatakan Dipole Mode Indeks (DMI) berada dalam kategori netral, DMI positif berpeluang terjadi September sampai Desember 2026, sementara Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau.
"Terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, seperti kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih," katanya.
Menurut dia, hal ini berkaitan dengan aktivitas El Nino kategori sangat kuat berpeluang terjadi sampai dengan awal Januari 2027 yang dampaknya dapat mengurangi curah hujan dan menambah durasi periode musim kemarau di DIY.
"Sehubungan dengan potensi kekeringan meteorologis DIY pada Dasarian I September 2026 dalam status awas, masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mengantisipasi melalui pengelolaan sumber daya air secara efisien dan penyesuaian kegiatan sesuai kondisi wilayah," katanya.
BMKG Yogyakarta juga mengimbau semua elemen mewaspadai prediksi sifat hujan musim kemarau 2026 di bawah normal (BN).
"Yang artinya kondisi musim kemarau diprediksi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya. El Nino dapat mengakibatkan kekeringan yang berpeluang terjadi hingga Desember 2026," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026