Pemkot Surabaya dan BMKG perkuat mitigasi hadapi dampak El Nino - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat mengoptimalkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprakirakan masih berlangsung hingga Februari 2027.
"Kondisi tersebut berpotensi membuat cuaca Surabaya lebih kering dan memundurkan awal musim hujan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Kamis.
Ia mengemukakan, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dan warga tetap dapat beraktivitas seperti biasa dengan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap paparan panas, ketersediaan air bersih, serta potensi kebakaran akibat kondisi lingkungan yang lebih kering.
Ia mengatakan, dampak El Nino yang paling perlu diperhatikan masyarakat adalah kondisi lingkungan yang semakin kering sehingga meningkatkan risiko kebakaran. Sehingga, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya bencana.
"Kita harus selalu waspada karena ketika paparan sinar matahari berlangsung terus-menerus, kekeringan dapat meningkat. Kondisi tersebut membuat bahan-bahan di sekitar menjadi lebih mudah terbakar," katanya.
Ia mengatakan, warga untuk tidak membakar sampah di lahan terbuka menyusul dalam kondisi kering, api lebih mudah menjalar dan dapat memicu kebakaran, termasuk di kawasan permukiman.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi tubuh ketika beraktivitas di luar rumah karena saat matahari sedang terik, aktivitas luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca.
"Warga dapat menggunakan pelindung seperti topi atau payung serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi agar tidak mengalami dehidrasi," katanya.
Ia mengatakan, upaya mitigasi dan edukasi dilakukan secara berkelanjutan melalui sekolah, pondok pesantren, lingkungan warga, hingga media sosial.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan menjelaskan El Ninto merupakan fenomena iklim alamiah yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik bagian tengah dan timur.
Fenomena tersebut dapat mempengaruhi pola cuaca di Indonesia, terutama dengan menurunkan curah hujan dan membuat kondisi kemarau lebih kering.
"Secara umum, dampak El Niño di Indonesia adalah berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah. Ketika curah hujan berkurang, sumber daya air seperti waduk, sungai maupun sumur juga dapat mengalami penurunan,” kata Taufiq.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.