kingsheadwye.com

BNN Pamerkan Pengungkapan 8,07 Ton Narkoba dalam 2 Bulan

Berdasarkan empat pengungkapan tersebut, BNN menghitung sekitar 34.740.000 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi bahaya penyalahgunaan narkotika.

BNN kemudian menggunakan asumsi biaya rehabilitasi sebesar Rp 20 juta per orang selama enam bulan. Dengan perhitungan tersebut, potensi biaya yang dapat dihemat negara mencapai Rp 694,8 triliun.

“Fakta ini menegaskan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan kepada BNN telah menghasilkan perlindungan negara yang bernilai ratusan kali lipat lebih besar,” tegas Tantan.

Paparan capaian tersebut disampaikan bersamaan dengan permintaan tambahan anggaran BNN untuk 2027 sebesar Rp 5,05 triliun. Tambahan anggaran itu terdiri atas Rp 3,54 triliun dalam bentuk pinjaman luar negeri dan Rp 1,51 triliun dari Rupiah Murni.

Adapun BNN saat ini mendapat pagu anggaran sebesar Rp 1,44 triliun untuk 2027. Jumlah tersebut turun Rp 69,55 miliar atau 4,59 persen dibandingkan pagu awal 2026 sebesar Rp 1,51 triliun.

Tantan mengatakan keterbatasan anggaran berdampak pada sejumlah kebutuhan layanan publik dan program prioritas BNN yang belum memperoleh alokasi.

“Alokasi untuk menunjang tugas fungsi seperti belanja layanan publik terkait rehabilitasi, uji narkotika, layanan asesmen terpadu, dan belanja prioritas nasional, serta belanja prioritas lembaga dan reguler tidak dapat terpenuhi atau sebesar Rp 0,” katanya.

Menurut Tantan, kondisi tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan narkotika.

“Sehingga BNN tidak dapat mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden dan program kerja prioritas nasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan pemberantasan narkotika saat ini semakin kompleks. Perubahan modus operandi, luasnya jaringan peredaran gelap, serta kemunculan jenis narkotika dan pola penyalahgunaan baru menjadi tantangan yang membutuhkan peningkatan kapasitas lembaga.

“Perkembangan modus operandi, luasnya jaringan peredaran gelap narkotika, serta munculnya jenis narkotika dan pola penyalahgunaan baru menuntut BNN untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi,” tandasnya.