kingsheadwye.com

Bolehkah Orang Tua Marah saat Anaknya Keracunan MBG? Ini Jawaban Islam

Pada dasarnya, Islam tidak mengharamkan munculnya rasa marah. Marah merupakan bagian dari emosi manusia. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana seseorang mengendalikan dan mengekspresikan kemarahan tersebut.

Rasulullah SAW justru memberikan pesan agar umat Islam mampu mengendalikan amarah.

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Artinya: “Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Menag Nasaruddin: MTQ Nasional Cerminkan Persaudaraan Lintas Agama

Hadis tersebut menunjukkan bahwa kekuatan seorang Muslim tidak hanya diukur dari kemampuan fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi yang memancing kemarahan.

Marah karena anak sakit merupakan perasaan yang manusiawi. Orang tua tentu ingin anaknya sehat dan mendapatkan makanan yang aman. Namun, kemarahan tersebut sebaiknya diarahkan menjadi tindakan yang konstruktif, bukan berubah menjadi tindakan yang merugikan orang lain.

Lantas, bagaimana sebaiknya orang tua bersikap ketika anak mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG?

  1. Boleh marah, tetapi jangan sampai kehilangan kendali

Islam tidak meminta seseorang menjadi manusia tanpa emosi. Rasa kecewa, takut, sedih, dan marah merupakan sesuatu yang dapat muncul secara alami.

Yang perlu dijaga adalah tindakan setelah kemarahan itu muncul.

Orang tua boleh menyampaikan keberatan apabila menemukan persoalan dalam makanan yang diterima anak. Namun, menyampaikan kritik sebaiknya dilakukan dengan cara yang proporsional, berdasarkan fakta, dan tidak disertai tindakan kekerasan.

  1. Utamakan keselamatan anak

Ketika anak mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan, keselamatan anak harus menjadi prioritas.

Orang tua sebaiknya segera memastikan kondisi anak dan mencari pertolongan tenaga kesehatan apabila diperlukan. Jangan sampai kemarahan kepada pihak tertentu justru membuat perhatian terhadap kondisi anak terabaikan.

Islam mengajarkan pentingnya menjaga kehidupan dan menghindari bahaya.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Artinya: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195).

  1. Jangan langsung menuduh tanpa bukti

Kemarahan orang tua sebaiknya tidak membuat seseorang terburu-buru menyimpulkan siapa yang bersalah.

Jika beberapa anak mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang sama, tentu kejadian tersebut perlu ditelusuri. Namun, penentuan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab sebaiknya dilakukan melalui pemeriksaan dan proses yang sesuai.

Islam sangat menekankan pentingnya memastikan informasi sebelum mengambil keputusan.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.” (QS. Al-Hujurat: 6).