Irak-Iran akan selidiki serangan ke jalur pipa minyak Arab Saudi
Istanbull (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Irak Fuad Hussein dalam percakapan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi melalui sambungan telepon membahas penyelidikan mengenai serangan drone terhadap jalur pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi.
Menurut Kantor Berita resmi Irak, Iraqi News Agency (INA), Sabtu, keduanya meninjau langkah-langkah yang diambil sebagai tanggapan atas serangan tersebut dan pembentukan komite gabungan untuk melakukan penyelidikan.
Mereka juga membahas langkah-langkah keamanan di perbatasan dan pertemuan yang direncanakan pada hari Senin di Oman yang melibatkan Irak, Iran, dan enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk mengenai isu-isu terkait Selat Hormuz.
Irak sebelumnya mengatakan pada hari Sabtu (12/9) bahwa mereka telah menyita platform peluncur roket di wilayahnya yang digunakan dalam serangan terhadap pipa minyak Saudi dan setuju untuk mengizinkan Iran ikut serta dalam penyelidikan.
Baca juga: Blok Teluk kecam serangan drone terhadap jalur pipa minyak Saudi
Baghdad telah memperketat keamanan setelah memastikan bahwa serangan terhadap pipa minyak tersebut berasal dari sebuah lokasi di Provinsi Maysan dekat perbatasan dengan Iran.
Sementara itu, Arab Saudi pada Jumat (11/9) mengatakan bahwa pipa minyak Timur-Barat mereka telah dihantam oleh pesawat tak berawak yang diluncurkan dari Irak, menyebabkan cedera dan kerusakan material.
Namun Riyadh menyatakan tidak akan melalukan balasan pada tahap ini atas permintaan Perdana Menteri Irak. Langkah tersebut memberi Baghdad waktu untuk mencegah serangan lanjutan, sekaligus menegaskan hak Riyadh untuk melindungi keamanan serta kedaulatan negaranya.
Pipa minyak Timur-Barat mengangkut minyak mentah dari wilayah penghasil minyak timur Arab Saudi ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah, memungkinkan ekspor untuk melewati Selat Hormuz yang sebagian terblokir.
Baca juga: Arab Saudi tutup Jalur Pipa Timur-Barat usai sejumlah serangan
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.