BP3OKP sebut pelestarian bahasa daerah perkuat identitas dan hak adat Papua - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Barat Daya menilai pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat identitas masyarakat adat sekaligus mendukung implementasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
Anggota BP3OKP Papua Barat Daya, Otto Ihalauw di Sorong, Rabu, mengatakan pembangunan di Tanah Papua perlu dilakukan melalui pendekatan kebudayaan dengan mengedepankan nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.
"Pendekatan budaya perlu terus dijalankan karena menjadi bagian penting dalam pembangunan Papua. Salah satu yang harus dijaga adalah bahasa daerah sebagai bahasa ibu agar tidak punah," katanya.
Ia menjelaskan Papua memiliki sekitar 480 bahasa daerah yang merupakan kekayaan budaya sekaligus identitas masyarakat adat.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terus mendorong langkah pelestarian, termasuk melalui penyelenggaraan Konferensi Bahasa Daerah yang direncanakan berlangsung di Jayapura.
Menurut Otto, hasil diskusi bersama Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam mempertahankan penggunaan bahasa daerah.
"Bahasa daerah akan tetap hidup jika digunakan dalam lingkungan keluarga. Banyak bahasa mulai punah karena tidak lagi dipakai dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Selain keluarga, kata dia, generasi muda juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya melalui penggunaan bahasa daerah, seni, tarian, dan lagu-lagu tradisional sebagai bagian dari identitas Papua.
Sementara itu, Penasehat BP3OKP Papua Barat Daya, Thontji Wolas Krenak mengatakan bahasa merupakan penanda identitas suatu bangsa maupun suku yang harus dijaga keberlangsungannya.
Menurut dia, semakin banyak bahasa daerah di Papua yang terancam punah akibat berkurangnya penggunaan di lingkungan keluarga, pengaruh perkawinan antarsuku, hingga minimnya pewarisan bahasa kepada anak-anak.
Ia menilai pelestarian bahasa daerah perlu diperkuat melalui kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah, khususnya di Tanah Papua. Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala karena tidak semua guru menguasai bahasa daerah setempat.
Wiski mengusulkan pemerintah memanfaatkan alokasi dana Otsus untuk mendukung pelestarian bahasa daerah, termasuk merekrut tokoh masyarakat atau penutur asli sebagai pengajar muatan lokal di sekolah dasar.
Menurut dia, penguasaan bahasa daerah tidak hanya penting untuk menjaga identitas budaya, tetapi juga membantu generasi muda memahami wilayah adat, sejarah, serta nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.
"Keberhasilan Otsus tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan kita menjaga budaya lokal, termasuk bahasa daerah yang menjadi identitas masyarakat Papua," katanya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.