BPBD: Ada 124 kebakaran lahan di Kota Jambi sejak Januari 2026 - ANTARA News Jambi
Kota Jambi (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mencatat sebanyak 124 kejadian kebakaran lahan di wilayah tersebut sejak Januari hingga 7 Oktober 2026 dengan total luas lahan yang terbakar hampir mencapai 20 hektare.
"Kota Jambi hingga hari ini telah terjadi sebanyak 124 kejadian kebakaran," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Jambi Doni Sumatriadi di Jambi Selatan, Rabu.
Ia mengatakan kejadian kebakaran lahan tersebar di sejumlah wilayah dan mengalami peningkatan cukup signifikan pada periode Agustus hingga September.
"Peningkatan kejadian kebakaran paling terlihat pada periode Agustus hingga September," katanya.
Menurut dia, peningkatan kejadian kebakaran paling terlihat pada Agustus dan September, bahkan BPBD mencatat lebih dari 30 kejadian kebakaran dalam satu bulan pada September 2026.
Doni menyebutkan sejumlah wilayah yang cukup sering mengalami kebakaran antara lain kawasan Kelurahan Bagan Pete di Kecamatan Alam Barajo termasuk wilayah yang berbatasan dengan Pematang Gajah dan Sungai Bertam.
Kebakaran juga terjadi di sekitar Kelurahan Pinang Merah dan sejumlah kawasan di Kecamatan Pelayangan.
BPBD Kota Jambi bersama Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta pemerintah kecamatan dan kelurahan, melakukan pemadaman di lokasi kejadian.
Doni mengatakan petugas masih menghadapi kendala dalam menangani kebakaran yang terjadi di lokasi yang jauh dari akses jalan utama. Kondisi tersebut dapat menghambat mobilisasi personel dan peralatan, termasuk distribusi air menuju titik api.
"Rata-rata terkendala terkait lokasi yang jauh dari jalan besar, kemudian terkait juga pasokan air dan lain sebagainya," kata dia.
BPBD Kota Jambi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama kondisi saat cuaca kering, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu muncul titik api.
Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.