Prabowo Tak Masalah Calon TNI-Polri Pakai Kacamata, Asal Pintar
Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:27 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya perubahan sistem rekrutmen TNI dan Polri dengan turut mempertimbangkan kemampuan intelektual calon prajurit dan anggota kepolisian.
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman usai mengikuti taklimat Presiden kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dudung menjelaskan Prabowo memberikan perhatian terhadap penguatan sumber daya manusia TNI dan Polri. Salah satunya melalui sistem rekrutmen yang tidak hanya melihat kemampuan fisik calon personel.
Baca Juga
"Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional, baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara atau polisi pakai kacamata boleh, tapi dia pintar," ujar Dudung dikutip, Kamis (8/10/2026).
Menurut Dudung, arahan tersebut berkaitan dengan perkembangan tantangan pertahanan dan keamanan yang semakin kompleks.
Baca Juga
Ia menyebut perang masa depan tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga melibatkan teknologi.
"Karena tantangan ke depan ini kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentris Bapak Presiden," katanya.
Selain sistem rekrutmen, Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme personel TNI dan Polri melalui pendidikan serta latihan.
"Situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan satu bagaimana profesionalisme prajurit perlu ditingkatkan baik pendidikan, maupun latihan," tutur Dudung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam taklimat tersebut, Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk ketahanan pangan, ketahanan energi, serta menjaga situasi keamanan.
"Tadi atas sumbangsih para TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk menjaga situasi keamanan saat ini, beliau mengapresiasi," ujar Dudung.
Rumah Perwira TNI AD Diduga Jadi Markas Judol, Begini Kata KSAD Maruli Simanjuntak
Dugaan rumah milik perwira TNI Angkatan Darat (AD) dijadikan tempat aktivitas judi online (judol) menjadi sorotan di media sosial. KSAD pun merespons hal tersebut.
VIVA.co.id
7 Oktober 2026