BPBD Barsel imbau warga waspadai aktivitas berpotensi timbulkan api
BPBD Barsel imbau warga waspadai aktivitas berpotensi timbulkan api
Minggu, 6 September 2026 20:29 WIB
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Selatan, Edi Darmadi saat menerima bantuan dari Bhayangkari Polres Barito Selatan. ANTARA/Istimewa
Buntok (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu munculnya sumber api.
"Hal itu mengingat, pada sejumlah kejadian karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang sempat merembet hingga ke kawasan permukiman warga," kata Kepala BPBD Barsel, Agus In Yulius melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Edi Darmadi, di Buntok, Minggu.
Dikatakannya, ada beberapa rumah warga yang telah terdampak dan terbakar akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menurut dia, kondisi cuaca yang panas disertai angin cukup kencang dapat membuat api dengan cepat membesar dan meluas. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terutama bagi permukiman yang berada berdekatan dengan kawasan lahan yang rawan terbakar.
Meski demikian, penanganan karhutla terus dilakukan melalui kerja sama tim gabungan, seperti Polres ,Kodim, Damkar bersama masyarakat. Kesigapan petugas di lapangan sejauh ini mampu mencegah kobaran api meluas ke permukiman lainnya.
“Memang ada beberapa pemukiman warga yang sempat terbakar, namun berkat kesigapan kita bersama tim gabungan dan warga, api bisa diantisipasi sehingga tidak menjalar ke permukiman warga lainnya,” katanya.
Untuk mencegah bertambahnya dampak dan kerugian, BPBD Barito Selatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Warga juga diminta menghindari berbagai aktivitas yang dapat menimbulkan sumber api, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering dan cuaca panas.
Edi juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar lingkungan mereka. Laporan sedini mungkin dinilai sangat penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
“Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian membesar dan sulit dikendalikan. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla," demikian Edi.
Baca juga: Disdik Palangka Raya alihkan terapi bagi ABK ke rumah selama kabut asap
Baca juga: Pemkot Palangka Raya kurangi BPHTB 10 persen selama September
Baca juga: Palangka Raya raih penghargaan penyelenggaraan pendidikan dan pengelolaan lingkungan
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.