kingsheadwye.com

BPBD Cianjur: Masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi - ANTARA News Jawa Barat

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengimbau masyarakat di seluruh wilayah itu mewaspadai bencana hidrometeorologi akibat curah hujan sedang hingga lebat selama satu pekan ke depan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudera Wira Purnama di Cianjur, Senin, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi hujan akan terjadi satu pekan ke depan.

Informasi dari BMKG, dalam satu pekan ke depan fenomena atmosfer diprakirakan masih memengaruhi potensi pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jabar pada awal pekan, namun peluang hujan cenderung menurun secara signifikan menjelang akhir pekan.

"Secara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang hingga lebat disertai kilat disertai angin kencang dapat terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Cianjur," katanya.

Hal itu, dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, longsor, pergeseran tanah dan pohon tumbang di sejumlah wilayah karena sebagian besar wilayah Cianjur masuk zona merah tertinggi bencana alam di Jabar.

Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk di wilayah selatan Cianjur, di mana nelayan sejak beberapa pekan terakhir diminta tidak melaut untuk sementara waktu.

Hal itu, termasuk menyiagakan 360 relawan di setiap desa dan kelurahan guna melakukan pengawasan, pelaporan, dan tindakan cepat ketika terjadi bencana akibat curah hujan yang tinggi selama satu pekan ke depan.

"Kami meminta masyarakat tidak panik, namun tetap siaga dan waspada serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol evakuasi dari pemerintah daerah ketika terjadi bencana," katanya.

Menjelang masuknya musim penghujan, pihaknya meminta masyarakat rutin melakukan gotong royong guna membersihkan lingkungan tempat tinggal dari sampah yang dapat menutup saluran air dan sungai sehingga dapat menyebabkan banjir.

"Kami juga meminta masyarakat jeli membaca tanda alam akan terjadi bencana, segera mengungsi ketika hujan lebat dengan intensitas lebih dari dua jam pada malam hari di wilayah rawan banjir dan longsor," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.