BPOM-mitra donasikan uang-logistik bantu warga terdampak gempa NTT
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beserta para mitra menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa uang dan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui BPOM peduli.
“BPOM hadir tidak hanya dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Kolaborasi seperti ini menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Jumat.
Secara keseluruhan, BPOM Peduli menghimpun donasi berupa uang sebesar lebih dari Rp610 juta. Donasi tersebut berasal dari kontribusi pegawai BPOM dan mitra BPOM salah satunya Sido Muncul.
Selain bantuan dalam bentuk uang, BPOM Peduli juga menghimpun dukungan dalam bentuk produk, antara lain makanan, minuman, suplemen kesehatan, dan obat-obatan, dengan total nilai lebih dari Rp1,27 miliar. Dukungan tersebut melengkapi bantuan dana yang dihimpun untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Dari total donasi yang terkumpul, katanya, bantuan uang sebesar Rp500 juta disalurkan untuk mendukung masyarakat terdampak di Manggarai Barat dan Ende. Penyaluran dilakukan melalui jaringan unit pelaksana teknis (UPT) BPOM di wilayah terdampak, yaitu Balai POM di Kupang, Balai POM di Ende, serta Balai POM di Manggarai Barat.
"Mekanisme penyaluran melalui UPT BPOM di daerah diharapkan dapat mendukung distribusi bantuan agar lebih dekat dengan masyarakat serta menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak," ujar Taruna.
Selain bantuan bagi masyarakat terdampak, BPOM Peduli juga memberikan bantuan sebesar Rp6,5 juta kepada pegawai Balai POM di Ende dan keluarga pegawai Inspektorat I yang keluarganya ikut terdampak akibat bencana gempa bumi tersebut. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar BPOM kepada pegawai yang turut mengalami dampak akibat bencana.
Melalui program BPOM Peduli. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong keluarga besar BPOM bersama mitra dalam mendukung masyarakat yang tengah menghadapi masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.
Taruna menyebutkan, program BPOM Peduli kali ini juga menjadi langkah awal BPOM dalam melibatkan pelaku usaha secara langsung dalam penghimpunan dana bantuan kebencanaan. Keterlibatan Sido Muncul menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pemerintah dan dunia usaha, agar dukungan kepada masyarakat dapat diberikan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan melalui aksi nyata.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Irwan Hidayat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari gerakan BPOM Peduli yang menghimpun kontribusi dari pegawai serta mitra BPOM untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami sangat berterima kasih telah BPOM libatkan dalam penyerahan bantuan ke NTT, ini adalah yang pertama bagi kami. Langkah BPOM Peduli melibatkan industri adalah langkah yang bagus untuk melakukan penyerahan bantuan yang berdampak,” imbuh Irwan Hidayat.
Baca juga: JK dorong rekonstruksi rumah korban gempa NTT libatkan masyarakat
Baca juga: BNPB percepat rehab-rekon rumah rusak karena gempa di Flores NTT
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.