kingsheadwye.com

BRIN Siapkan Padi Biosalin untuk Lahan Asin, Riset Nasional Dipetakan hingga 2045

Bagikan:

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menyiapkan sejumlah riset pangan untuk mendukung kebutuhan nasional. Salah satu yang akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto adalah padi biosalin untuk lahan asin.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan Presiden Prabowo beberapa kali menyinggung pentingnya menghasilkan padi di lokasi yang memiliki lahan asin. Menurut Arif, BRIN sudah memiliki varietas tersebut.

“Bapak Presiden juga sering menyampaikan tentang bagaimana menghasilkan padi di lokasi yang memang memiliki lahan asin. Nah, itu padi biosalin. Kami juga sudah punya,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 6 Agustus.

Arif mengatakan tantangan berikutnya adalah mempercepat produksi benih hasil riset BRIN agar bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat. Untuk itu, BRIN berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian.

“Yang paling penting adalah bagaimana proses percepatan produksi dari benih-benih yang dihasilkan oleh BRIN supaya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Arif.

Selain varietas unggul, BRIN juga menyiapkan peralatan pertanian dalam klaster pangan. Produk itu menjadi bagian dari sekitar 12 klaster riset yang dipamerkan kepada Presiden Prabowo di Istana.

Klaster tersebut mencakup pangan, energi, produk pendukung kampung nelayan, Makan Bergizi Gratis atau MBG, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, perumahan, transportasi, dan kesehatan.

BACA JUGA:


Arif menyebut BRIN membawa lebih dari 150 produk hasil kurasi. Jumlahnya bisa mencapai 200 produk, meski tidak semua inovasi dapat dibawa ke Istana karena sebagian berada di berbagai wilayah dan sebagian berukuran besar.

BRIN juga akan menyampaikan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait peta jalan riset Indonesia.

Menurut Arif, peta jalan atau roadmap itu penting untuk memberi arah riset nasional hingga 2045. Dokumen tersebut akan menentukan agenda riset yang perlu dilakukan dalam jangka panjang.

“Kami dengan Kemendikbudristek ada kerja sama perumusan peta jalan riset Indonesia. Untuk memberikan arah riset di Indonesia ke depan, peta jalan menjadi penting dan agenda riset apa yang harus dilakukan sampai 2045,” kata Arif.

Ia mengatakan Presiden Prabowo memiliki komitmen besar terhadap riset dan inovasi sebagai fondasi kemajuan ekonomi Indonesia.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+