kingsheadwye.com

BTN Bunaken segera tutup pendakian menuju puncak Gunung Manado Tua

Manado (ANTARA) - Balai Taman Nasional (BTN) Bunaken segera menutup sementara pendakian menuju puncak Gunung Manado Tua, salah satu destinasi wisata di taman nasional tersebut.

"Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan sama seperti kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat," kata Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, I Ketut Catur Marbawa di Manado, Kamis.

Catur menambahkan penutupan pendakian di Gunung Manado Tua akan diikuti dengan surat yang sementara dibuat.

"Saya akan cek lagi sebentar (surat penutupan) apakah sudah selesai," ujarnya.

Surat imbauan tersebut, kata Catur sekaligus juga ajakan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran kawasan pertanian yang berdekatan dengan hutan atau lahan.

"Memang agak rentan (membuka lahan) dengan cara membakar. Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak hanya di Manado Tua, tapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan Taman Nasional Bunaken," ujarnya.

Catur menjelaskan, beberapa hari lalu jajaran terkait menyempatkan waktyu naik ke Gunung Manado Tua untuk melihat kondisi vegetasi yang terdampak kekeringan.

"Nah memang kelihatannya kondisi vegetasi dalam keadaan kering, ini mudah sekali terbakar," ujarnya.

Catur menyebutkan, para pemandu wisata lokal nantinya akan menjadi mitra BTN Bunaken menjaga agar tidak ada warga yang lolos melakukan pendakian di Gunung Manado Tua.

"Surat imbauan menutup pendakian Gunung Manado Tua hanya sementara waktu. Kalau sudah masuk musim penghujan, nanti kita akan evaluasi kembali," ujarnya.

Musim kemarau juga tengah menghanguskan seribuan hektare kawasan Hutan Lindung Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara.

Baca juga: 540 petugas dikerahkan perkuat penanganan karhutla TNBTS

Baca juga: Tim gabungan tangani karhutla Bromo di area seluas 899,35 hektare

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.