Shelton vs Nakashima di final Masters Montreal - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Ben Shelton menghadapi tantangan terakhir untuk mempertahankan gelar National Bank Open setelah petenis Amerika Serikat itu memastikan tiket ke final ATP Masters 1000 Montreal dan akan berhadapan dengan rekan senegaranya Brandon Nakashima.
Shelton, unggulan kelima sekaligus juara bertahan, melaju setelah mengalahkan Learner Tien 6-2, 6-3 pada semifinal, Kamis WIB. Nakashima kemudian menyusul setelah menundukkan petenis Spanyol Rafael Jodar 7-6(3), 6-4.
"Saya sangat senang dengan penampilan saya. Learner adalah pemain yang memberikan banyak masalah dalam permainan saya. Dia tantangan yang sulit untuk diatasi. Bisa mengalahkannya dengan cara seperti ini membuat saya sangat puas," kata Shelton dikutip dari ATP.
Kemenangan tersebut menjadi pembalasan Shelton setelah kalah dalam dua pertemuan melawan Tien. Petenis berusia 23 tahun itu sempat mendapat tekanan pada dua gim servis awal, tetapi mampu menyelamatkan masing-masing satu break point sebelum menemukan ritme permainannya.
Setelah itu, Shelton tampil lebih konsisten dalam servis dan mampu mengimbangi agresivitas Tien dari baseline. Ia menyelamatkan seluruh empat break point yang dihadapinya serta memenangi 81 persen poin dari servis pertama.
Kemenangan tersebut mengantarkan Shelton ke final Masters 1000 untuk kedua kali dalam karirnya. Ia juga belum kehilangan satu set sepanjang turnamen di Montreal.
Shelton kini memiliki peluang mempertahankan gelar yang ia raih tahun lalu ketika National Bank Open digelar di Toronto. Gelar tersebut menjadi trofi Masters 1000 pertama dalam karirnya.
Peluang Shelton semakin kuat setelah menjalani musim produktif dengan meraih tiga gelar, yakni Dallas, Stuttgart, dan Munich. Ia juga memiliki catatan sempurna dalam empat final yang dimainkan sepanjang musim ini.
Namun, Nakashima menjadi ujian terakhir Shelton. Petenis berusia 25 tahun itu mencapai final Masters 1000 pertamanya setelah tampil agresif dari baseline untuk mengalahkan Jodar dalam waktu dua jam empat menit.
Nakashima mencatat 28 winner dan merebut set pertama melalui tie-break 7-3. Pada set kedua, ia harus menyelamatkan empat break point ketika melakukan servis untuk pertandingan pada kedudukan 5-4 sebelum menutup laga pada match point kelima.
"Beberapa gim terakhir sangat ketat. Saya tahu harus terus berjuang dan menyelamatkan beberapa break point. Beruntung servis saya menemukan sasaran ketika dibutuhkan dan saya sangat senang bisa melewati pertandingan ini," ujar Nakashima.
Kemenangan itu menjadi kemenangan kelima Nakashima atas petenis 20 besar dunia musim ini sekaligus mengangkatnya ke posisi 22 ATP Live Rankings, peringkat tertinggi dalam karirnya.
Final Shelton melawan Nakashima menjadi final Masters 1000 sesama petenis Amerika Serikat ke-15 sepanjang sejarah dan yang pertama sejak Cincinnati 2003.
Shelton berpeluang mempertahankan mahkotanya, sementara Nakashima memburu gelar keduanya di level ATP sekaligus trofi terbesar dalam karirnya setelah menjuarai ATP Challenger San Diego pada 2022.
Pewarta: Arindra Meodia
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.