Bulog Madiun salurkan bantuan pangan untuk 286.362 KPM - ANTARA News Jawa Timur
Madiun (ANTARA) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Madiun menyalurkan sebanyak 8.509 ton beras bantuan pangan kepada 286.362 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menjadi sasaran di wilayah kerjanya yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto di Madiun, Senin mengatakan bantuan pangan pada periode kali ini hanya beras, tidak ada minyak goreng seperti pada bantuan pangan sebelumnya.
"Total untuk target se-Cabang Madiun itu termasuk Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi sebanyak 286.362 penerima bantuan pangan. Untuk periode ke dua ini bulan Juli, Agustus, September tidak menyertakan minyak goreng tapi berasnya menjadi 30 kilo. Dari pusat memang tidak ada minyak, hanya beras," ujar Agung dalam kegiatan penyaluran di Kantor Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
Pihaknya merinci dari total 286.362 KK penerima bantuan pangan tersebut, untuk Kabupaten Madiun sebanyak 107.231 KPM, Kota Madiun 11.625 KPM, sedangkan Ngawi sebanyak 167.506 KPM.
Menurutnya jumlah penerima bantuan pangan tersebut menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya bulan Februari dan Maret yang mencapai 291.753 KPM. Adapun jumlah penerima yang menjadi sasaran tersebut telah ditentukan oleh Kementerian Sosial.
Agung menjelaskan, program bantuan pangan tersebut merupakan bentuk jaring pengaman sosial pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, membantu memenuhi kebutuhan pangan, serta mendukung stabilitas pangan nasional.
Perum Bulog memastikan beras yang disalurkan layak dikonsumsi dari sisi kualitas maupun kuantitas. Penyaluran oleh Bulog Madiun kali ini menjadi penyaluran perdana bantuan pangan se-Provinsi Jawa Timur.
Bulog Cabang Madiun menargetkan seluruh penyaluran bantuan pangan pada periode Juli, Agustus, September tersebut dapat selesai paling lambat pada akhir bulan September 2026 mendatang.
Bantuan pangan tersebut, lanjut Agung diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, menanggulangi kemiskinan, mendukung ketahanan pangan nasional, dan intervensi harga beras di pasaran yang masih dikeluhkan masyarakat.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.