Ubah limbah jadi manfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
Ubah limbah jadi manfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
Senin, 10 Agustus 2026 22:42 WIB
Pelatihan pembuatan eco-enzyme dan pengembangan produk turunan berbasis limbah organik bagi Kelompok Program Kampung Iklim (Proklim) yang diselenggarakan Kilang Plaju di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (8/8/2026). (ANTARA/HO/RU3)
Palembang (ANTARA) - Sebanyak 35 kilogram limbah organik yang terdiri atas buah jeruk, mangga, sawi, daun pepaya, dan bayam dimanfaatkan sebagai bahan pengolahan eco-enzyme. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Kilang Plaju melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendorong masyarakat melihat limbah sebagai sumber daya yang bernilai guna.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme dan Pengembangan Produk Turunan Berbasis Limbah Organik bagi Kelompok Program Kampung Iklim (Proklim) pada Sabtu (8/8). Kegiatan ini mengajak peserta mempraktikkan langsung pemanfaatan hasil olahan menjadi produk bermanfaat.
Salah satu produk yang dihasilkan dalam praktik tersebut adalah pembersih tangan (hand sanitizer). Peserta berhasil membuat 30 botol hand sanitizer berukuran 100 mililiter dengan total volume tiga liter.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju Siti Fauzia di Palembang, Senin, mengatakan pengelolaan lingkungan perlu dibangun melalui keterlibatan masyarakat agar dampak perubahan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat melihat limbah dari sudut pandang berbeda. Apa yang sebelumnya dianggap sebagai sampah ternyata masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Yang paling penting, pengetahuan dan keterampilan ini dapat terus dikembangkan oleh kelompok secara mandiri," kata Siti.

Siti menjelaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program TJSL Kilang Plaju. Oleh karena itu, pelatihan diarahkan agar kelompok masyarakat terus melakukan pemilahan dan pengolahan limbah organik serta mengembangkan produk turunan sesuai kebutuhan.
Salah satu peserta pelatihan, Mastuti dari Kelompok KWT Barokah Proklim RW 12 Kelurahan Plaju Ulu, mengapresiasi pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam mengolah limbah organik.
"Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan kami membuat eco-enzyme dari kulit buah dan sisa sayuran, tetapi juga membuka pandangan bahwa sampah masih bisa memberikan manfaat. Ilmu yang kami dapat sangat bermanfaat dan akan kami terapkan di lingkungan rumah maupun kelompok Proklim," ujar Mastuti.
Bagi Kilang Plaju, pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme merupakan langkah untuk mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam menciptakan nilai tambah dari sumber daya sekitar.
Sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Kilang Plaju berkomitmen melanjutkan program TJSL yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Kilang Plaju berharap keterampilan yang diperoleh Kelompok Proklim dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.
Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026