Sekber PSDH Jambi serukan sinergi penuh cegah karhutla - ANTARA News Jambi
Jambi (ANTARA) - Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumber Daya Hutan (Sekber PSDH) Provinsi Jambi mengajak semua pemangku kepentingan dan masyarakat untuk siapsiaga penuh untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena telah menjadi ancaman serius saat musim kemarau berlangsung.
“Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi, karena karhutla bukan persoalan satu institusi, melainkan pemerintah, dunia usaha, aparat dan masyarakat harus bergerak bersama melakukan pencegahan," kata Ketua Sekber PSDH Feri Irawan di Jambi, Senin.
Menurut dia perlu terus memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota hingga ke tingkat tapak untuk upaya pencegahan, deteksi dini, dan pemadaman sedini mungkin ketika api masih kecil.
"Keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan. Namun, jangan sampai keterbatasan tersebut menyebabkan respons kita terlambat. Karhutla harus dicegah sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan menimbulkan dampak sosial, ekonomi, kesehatan, serta lingkungan," tegasnya.
Waspada el nino dan puncak kemarau 2026, menurut dia, Provinsi Jambi kini memasuki periode itu, harus siap menghadapinya karena berpotensi meningkatkan kondisi kering dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi terjadi.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi dan kawasan ekosistem gambut.
Data menunjukkan situasi karhutla di Jambi perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan pemantauan satelit Aqua/Terra dan Suomi NPP, pada periode Januari hingga Juni 2026 tercatat 1.463 titik panas atau ‘hotspot’ di Provinsi Jambi.
Sementara itu, luas lahan yang terbakar hingga semester pertama 2026 mencapai sekitar 137,72 hektare.
Sebaran hotspot tertinggi terdapat di Tanjung Jabung Barat sebanyak 451 titik, disusul Muaro Jambi 339 titik, Sarolangun 199 titik, Merangin 138 titik, Tanjung Jabung Timur 99 titik, Tebo 84 titik, Batanghari 71 titik, Bungo 53 titik, Kerinci 21 titik, Kota Jambi 7 titik, dan Sungai Penuh 1 titik.
Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.