Bulog Medan salurkan 1.535 ton jagung SPHP ke peternak ayam - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Medan, Sumatera Utara, menyalurkan sebanyak 1.535 ton jagung pipil melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur di wilayah kerjanya sebagai upaya menjaga stabilitas harga telur.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Medan Lutfillah Barus mengatakan, 1.535 ton itu ditujukan kepada 23 peternak ayam petelur yang berada di Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Binjai.
"Besok (20/10), kami mulai melakukan penyaluran jagung SPHP tersebut kepada peternak ayam petelur dengan total 10 ton," ujar Lutfillah di Medan, Senin.
Ia mengatakan, penyaluran jagung SPHP tersebut menyasar kepada peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah yang berada di wilayah kerjanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, ditargetkan penyaluran jagung SPHP tersebut selesai pada November 2026 dengan harapan harga telur di pasar tetap stabil.
Ia mengatakan, penyaluran jagung SPHP tersebut sebelumnya dilakukan secara bertahap kepada peternak ayam petelur di wilayah yang sudah ditetapkan, sebagai upaya dalam menjaga ketersediaan pakan, dan menstabilkan harga telur di pasar.
Bulog Medan menjual jagung SPHP kepada peternak ayam petelur yang ada di wilayah kerjanya dengan harga Rp5.000 per kilogram yang dapat diperoleh melalui gudang Bulog.
Di sisi lain, stok jagung yang tersedia di gudang Bulog Medan saat ini mencapai 1.251 ton dan berpotensi bertambah seiring dengan masih berlangsungnya penyerapan jagung dari petani di Kabupaten Deli Serdang, Langkat.
"Penyerapan harian terus dilakukan di daerah tersebut dengan jumlah sekitar lima sampai 10 ton sebagai memperkuat stok tersebut," katanya.
Selain itu, pihaknya terus mengoptimalkan penyerapan jagung dari petani melalui sosialisasi serta penguatan kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan pemerintah daerah setempat.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.