kingsheadwye.com

RS Adam Malik hadirkan urodinamik untuk deteksi kelainan saluran kemih - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Rumah Sakit (RS) Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, menghadirkan layanan dengan teknologi urodinamik untuk mendeteksi kelainan pada saluran kemih sehingga dokter dapat memilih terapi terbaik untuk pasien.

Dokter Spesialis Urologi RS Adam Malik Ramlan Nasution mengatakan, pemeriksaan urodinamik tersebut dapat mendeteksi kelainan pada kandung kemih dan saluran kemih, hingga saraf dan otot-otot kandung kemih.

"Kelainan itu biasanya ditandai dengan gangguan pada saat berkemih, seperti susah berkemih, atau malah sering berkemih sampai lebih dari enam kali dalam sehari, hingga ngompol atau urine keluar tanpa terkendali pada saat berkemih," ujar Ramlan dalam keterangan diterima di Medan, Senin.

Ia mengatakan, urodinamik merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi saluran kemih, khususnya bagaimana kandung kemih dan saluran kemih bekerja saat menampung dan mengeluarkan urine.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter menilai fungsi kandung kemih, aktivitas otot, serta koordinasi saraf yang berperan dalam proses berkemih.

Ia mengatakan, melalui pemeriksaan urodinamik tersebut, dokter spesialis urologi dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi saluran kemih pasien.

"Hasil pemeriksaan selanjutnya dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien," ucapnya.

Dengan alat urodinamik tersebut, kata dia, dokter mendapatkan informasi tentang kandung kemih, saluran kemih, otot-otot dan persarafan, yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis, serta memilihkan pilihan terapi terbaik buat pasien.

Layanan urologi di RS Adam Malik meliputi pemeriksaan, penegakan diagnosis, serta layanan prosedur lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.