kingsheadwye.com

Komisi A DPRD Surabaya ajak semua pihak cegah perundungan - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengajak semua pihak untuk mencegah perundungan menyusul peristiwa dugaan perundungan kepada anak disabilitas hingga meninggal dunia.

"Perundungan terhadap anak tidak bisa dianggap sekadar kenakalan biasa. Ketika kekerasan berulang tidak terdeteksi hingga berujung pada kematian, persoalannya bukan hanya perilaku anak, melainkan juga efektivitas pengawasan keluarga, sistem perlindungan di sekolah, dan kehadiran pemerintah dalam mendeteksi risiko sejak dini," kata Yona di Surabaya, Senin.

Ia mengemukakan, salah satu persoalan mendasar adalah kecenderungan sebagian orang tua maupun lingkungan pendidikan menormalisasi perilaku yang seharusnya mendapat perhatian serius. Padahal, tindakan merendahkan, mengintimidasi, atau menyakiti anak lain tidak bisa dibenarkan dengan alasan bercanda ataupun kenakalan sebaya.

"Orang tua juga jangan menormalisasi ketika anak itu melakukan aktivitas yang sebenarnya tidak layak dilakukan oleh seorang anak," katanya.

Ia mengatakan, lingkungan pertemanan dan kondisi keluarga merupakan dua faktor yang perlu diperhatikan ketika mengidentifikasi perubahan perilaku anak. Anak yang kurang mendapatkan perhatian, mengalami konflik keluarga, atau menghadapi kekerasan verbal maupun fisik di rumah berpotensi membutuhkan pendampingan lebih intensif.

Namun, kata dia, kondisi keluarga tidak boleh serta-merta dijadikan alasan untuk menyalahkan orang tua atau melabeli seorang anak karena yang diperlukan adalah identifikasi persoalan secara menyeluruh agar anak yang berisiko melakukan kekerasan maupun anak yang menjadi korban memperoleh intervensi yang tepat.

"Anak yang merasa terabaikan, tidak mendapatkan perhatian orang tua, bahkan tidak memperoleh dukungan dari kakak atau adiknya, bisa mengalami persoalan psikologis. Karena itu, masalahnya tidak semata-mata berada di sekolah, tetapi bisa berakar dari lingkungan keluarga," ujarnya.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.