Bulog salurkan bantuan pangan 172,17 ton beras untuk 5.739 penerima di Mansel - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Manokwari menyalurkan bantuan pangan pemerintah periode Juli hingga September 2026 berupa beras sebanyak 172,17 ton kepada 5.739 penerima di Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat.
Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari Sheika Irawaty dalam keterangan tertulis di Manokwari, Kamis, mengatakan pendistribusian beras bantuan pemerintah dilakukan secara bertahap kepada seluruh penerima yang sudah terdata.
"Proses penyaluran masih berlangsung melalui kantor lurah dan balai kampung di setiap distrik," ujar dia.
Dia menjelaskan ada tiga distrik yang penyalurannya sudah 100 persen yaitu Dataran Isim 20.340 kilogram beras (678 penerima), Momi Waren 28.860 kilogram (962 penerima), dan Tahota 7.080 kilogram (236 penerima).
Distrik lainnya yang masih dalam tahap penyaluran meliputi, Neney 17.580 kilogram beras (586 penerima), Oransbari 31.110 kilogram beras (1.037 penerima), dan Ransiki 67.200 kilogram beras (2.240 penerima).
"Kami dahulukan penyaluran ke tiga distrik yang terjauh dan dilanjutkan dengan distrik terdekat," ujar dia.
Dia menjelaskan bahwa penyaluran program bantuan pangan dari pemerintah dengan alokasi Juli, Agustus, dan September dilakukan sekaligus, sehingga setiap keluarga penerima memperoleh sebanyak 30 kilogram beras.
Pemilihan kantor kelurahan dan balai kampung sebagai lokasi penyaluran dinilai lebih efektif, mudah diawasi, memperpendek jarak tempuh sekaligus menekan biaya transportasi yang dikeluarkan penerima manfaat.
"Lokasi penyaluran sudah disepakati saat rapat bersama dengan pemerintah kabupaten dan distrik," kata Irawaty.
Ia menyebut mekanisme pendistribusian beras bantuan pangan dilakukan oleh pihak transporter, namun Bulog tetap melakukan pengawalan hingga ke titik lokasi yang telah disepakati bersama pemerintah daerah.
Pengawalan bertujuan memastikan kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan tidak mengalami kekurangan ataupun kerusakan, dan apabila hal itu terjadi maka transporter bertanggung jawab melakukan penggantian.
"Kalau kurang atau rusak akibat basah, transporter harus ganti dengan beras yang baru. Seperti penyaluran sebelumnya, ada yang basah, transporter langsung ganti," katanya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.