Kementan targetkan 12 ribu pemuda penerima program YESS-SI di Manokwari - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penerima manfaat program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service-Scaling Up Intervention (YESS-SI) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, sebanyak 12 ribu pemuda.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari O’eng Anwaruddin, di Manokwari, Kamis, mengatakan sosialisasi manfaat program YESS-SI terus diperluas bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk lembaga pendidikan.
“Supaya tahun depan itu mulai dilakukan perekrutan generasi muda di sektor pertanian. Target awalnya 15 ribu orang, tapi mengalami perubahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan program tersebut merupakan kerja sama Kementan dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) untuk meningkatkan partisipasi generasi muda di sektor pertanian, baik sebagai tenaga kerja kompeten maupun wirausaha.
Program YESS-SI menjadi salah satu jawaban terhadap tantangan regenerasi petani, karena jumlah anak muda yang terjun ke sektor pertanian di seluruh Indonesia masih relatif rendah dibandingkan usia lebih dari 39 tahun.
“Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), petani yang berusia kurang dari 39 tahun hanya berkisar 20 persen saja. Maka, keberadaan program ini bertujuan mengoptimalkan regenerasi petani,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa Polbangtan Manokwari sebagai institusi pendidikan vokasi Kementan, memiliki peran dan tanggung jawab untuk ikut mengawal pelaksanaan program YESS-SI di wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya.
Keberhasilan berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah guna mewujudkan peningkatan produksi pangan harus dibarengi dengan penyediaan sumber daya manusia (SDM) pertanian berkompeten dan berdaya saing.
“Di sinilah YESS-SI memiliki posisi strategis menyiapkan generasi muda menjadi penggerak sektor pertanian, sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan,” kata Anwaruddin.
Selain itu, kata dia lagi, melalui program YESS-SI akan dilakukan identifikasi potensi dan peluang usaha pertanian lokal di Kabupaten Manokwari yang dapat dikembangkan generasi muda melalui pendampingan.
Hal ini berdampak positif terhadap upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan kekayaan sumber daya alam (SDA) pertanian, agar dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Papua Barat.
“Harapannya suatu ketika Manokwari bisa mandiri, tidak lagi bergantung dengan pasokan dari luar Papua Barat,” ujarnya.
Menurut dia, pelaksanaan YESS-SI sejalan dengan agenda pembangunan pertanian nasional, terutama swasembada dan kemandirian pangan seperti program cetak sawah rakyat, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, pompanisasi, serta lainnya.
Kehadiran program YESS-SI diharapkan menjadi katalisator lahirnya petani muda yang tidak hanya berorientasi pada usaha skala kecil, tetapi mampu membangun ekosistem agribisnis berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan.
“Keberhasilan YESS-SI butuh keterlibatan pemerintah daerah, penyuluh, mitra pembangunan dan seluruh pemangku kepentingan supaya beri manfaat nyata bagi generasi muda,” katanya lagi.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.