Bunda PAUD HSS dorong transisi PAUD ke SD yang ramah anak - ANTARA News Kalimantan Selatan
Mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan belajar yang menyenangkan,
Kandangan (ANTARA) - Memasuki jenjang sekolah dasar menjadi pengalaman baru bagi setiap anak, karena itu proses peralihan atau transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Taman Kanak-Kanak (TK) ke sekolah dasar (SD) perlu dilakukan dengan cara yang ramah anak, aman, nyaman, dan tetap menyenangkan.
Hal tersebut menjadi perhatian Bunda PAUD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj. Mustaidah Syafrudin Noor saat mengunjungi SD Negeri Kandangan Kota 1, Jumat pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Hj. Mustaidah turut didampingi Kabid PAUD dan PNF Disdikbud HSS, Hj. Pahrina Diati, Kepala SD Negeri Kandangan Kota 1, serta dewan guru.
Penguatan transisi PAUD ke SD menjadi bagian dari upaya bersama, agar anak dapat mengenal lingkungan belajar yang baru secara bertahap.
Di sisi lain, anak tetap memiliki ruang untuk bermain, bereksplorasi, dan belajar sesuai dengan karakteristik perkembangannya.
"Proses transisi yang positif tidak hanya berkaitan dengan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya, tetapi juga bagaimana anak tetap merasa aman, dihargai, percaya diri, dan bahagia selama mengikuti proses pembelajaran," kata Hj Mustaidah.
Baca juga: HSS dorong publikasi PAUD bermutu melalui Portal Pijar
Untuk itu, menurut dia, kesinambungan pembelajaran antara PAUD dan SD perlu terus dibangun melalui kerja sama guru, satuan pendidikan, orang tua, dan seluruh pihak terkait.
Pendekatan yang ramah anak diharapkan dapat membantu peserta didik tumbuh menjadi pembelajaran yang aktif dan percaya diri, sekaligus memiliki pengalaman pendidikan yang bermakna sejak awal.
"Melalui penguatan transisi tersebut, kita mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan belajar yang menyenangkan, ramah anak, dan tetap memperhatikan tumbuh kembang peserta didik," tambahnya.
Pewarta: Fathurrahman
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.